Pengawasan Pasokan Hewan di Kota Tual, Tangkal Jangkitan Zoonosis
- 21 Mei 2026 09:21 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Pejabat Otoritas Veteriner Kota Tual, drh. Ahmad Syarif menyampaikan, penjaminan pangan asal hewan yang aman, sehat dan halal bagi masyarakat di Kota Tual maupun di Maluku Tenggara dilalui pengawasan sesuai prinsip pangan itu dia Safe dan Farm to table yang mengarah pada tingkat pengawasan distribusi dri Produsen hingga konsumsi, Kamis (21/5/2026).
“Jadi setiap step itu kita awasi. Seperti perayaan Idul Kurban tahun ini, kita di tingkat peternak itu diawasi oleh petugas kesehatan hewan di dinas setempat, karena kebanyakan hewan kurban dari Tual itu didatangkan dari Maluku Barat Daya, sehingga kita lakukan pengawasan di pelabuhan Tual,” katanya.
Syarif mengemukakan, Data di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Identifikasi Hewan yang masuk di Bulan Mei sebanyak 333 ekor, kambing 415, domba itu sekitar 148 ekor, menjadikan ketersediaan Pasokan pangan hewani guna memenuhi permintaan hewan kurban di Kota Tual dan Maluku Tenggara.
“Kita harus jamin bahwa hewan yang datang ini betul-betul sehat karena kita tahu bahwa hewan kurban dia punya kriteria yang khusus ya, dimana dia tidak hanya sehat saja tetapi dia juga punya kriteria tambahan seperti misalkan tidak cacat, tanduknya tidak patah kemudian tidak dikebiri kemudian dari sisi usianya,” tegasnya.
Syarif mengulas, syarat-syarat pada proses penyembelihan Hewan Kurban, harus diperhatikan, lewat pengawasan saat distribusi, pemotongan hingga transaksi di pasar penjualan termasuk pemeriksaan antemortem, posmortem hewan satu hari sebelum penyembelian setelah penyembelian, melalui pemeriksaan untuk menjamin kualitas pangan yang dikonsumsi.
“Pengawasan ini bertujuan memastikan hewan benar-benar aman apalagi hewan kurban ini kan dia dikonsumsi bukan hanya oleh satu dua kelompok masyarakat tapi ini masyarakat luas jadi kami tetap melakukan pengawasan itu berupaya dengan baik untuk menjamin Pangan itu tetap sehat saat dikonsumsi oleh masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut Syafri menjelaskan, Proses pemeriksaan didukung oleh Petugas Karantina Kota Tual, itu kan mereka juga melakukan pengawasan untuk Lalulintas dan Pemeriksaan hewan juga Produk hewan secara bersama, saat terdapat Pasokan hewan dari Luar Daerah.
“Kita cek memang ada juga kondisi sapinya sakit sehingga kami menyarankan untuk di lokasi penjualan itu hewan yang sakit harus dipisahkan dari hewan yang sehat sehingga tidak terjadi penularan penyakit yang lebih lanjut dan kita juga yang paling penting adalah mengawasi jangan sampai terjadi penularan penyakit hewan menular strategis,” terangnya.
Antisipasi ini kata Syarif, menakan potensi penularan penyakit yang akan berdampak kepada kesehatan Masyarakat khusus penyakit yang bersifat zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....