Wakil Uskup Aru Ajak Umat Jadi Saksi Iman Nyata

  • 19 Mei 2026 16:01 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Wakil Uskup Kepulauan Aru, Pastor Tino Ulahaiyanan, mengajak umat Katolik di Dobo untuk menjadi saksi iman yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikannya saat memimpin misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di Gereja Santo Yosep Dobo, Kamis pagi (14/5/2026). Perayaan misa diikuti umat dengan penuh sukacita dan penghayatan iman.

Dalam homilinya, Pastor Tino menekankan bahwa kenaikan Yesus ke surga bukan berarti meninggalkan manusia, melainkan memberi penguatan dan harapan baru bagi Gereja. Ia mengutip janji Yesus yang akan tetap menyertai umat-Nya sampai akhir zaman. Menurutnya, kekuatan Gereja Katolik selama lebih dari dua ribu tahun berasal dari Kristus sendiri, bukan semata-mata dari kekuatan manusia.

“Intinya itu, Yesus naik ke surga bukan untuk meninggalkan manusia atau kita semua, sebaliknya Ia memberikan janji yang sangat menguatkan kita, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman. Pokoknya akhir zaman. Gereja Katolik setelah didirikan oleh Yesus 2000 tahun lalu, masih hidup sampai sekarang”, kata Wakil Uskup wilayah Aru.

Pastor Tino juga menyinggung situasi dunia saat ini yang dipenuhi konflik dan perang. Ia mencontohkan perang antara Iran dan Israel yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dunia, termasuk kondisi ekonomi. Karena itu, ia mengajak umat untuk membawa damai, pengampunan, dan harapan di tengah situasi global yang tidak baik-baik saja. Ia turut mengutip seruan Paus agar negara-negara yang berperang segera menghentikan konflik demi kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu, Pastor Tino membagikan kisah seorang koster tua yang telah mengabdi selama 35 tahun di Gereja. Koster tersebut mengatakan bahwa pelayanannya bukan semata-mata untuk mencari nafkah duniawi, tetapi juga sebagai bekal kehidupan kekal. Kisah itu, menurut Pastor Tino, menjadi contoh nyata tentang kesetiaan iman dan pelayanan sederhana yang dilakukan dengan cinta besar.

“Satu ketika saya keluar dari rumah Uskup, lalu saya bertemu dengan Bapa Cong. Bapa Cong itu bekerja sebagai Koster cukup lama, dia pergi merokok di gerbang keluar, lalu saya tegur, sudah tua begini masih merokok kuat lagi. Lalu bapa Cong justrus bilang, saya merokok ini yang membuat saya awet muda, lalu saya bilang sama bapa Cong ini sembarang bicara saja. Lalu saya tanya bapa Cong suda berapa lama jadi Koster, dia bilang, sudah 35 tahun sebagai koster”, ujar Ulahaiyanan.

Di akhir homili, Pastor Tino mengajak umat untuk berani menerima tugas pelayanan sekecil apa pun di lingkungan Gereja dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa hidup beriman tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata kepada sesama, terutama mereka yang kecil, lemah, dan membutuhkan pertolongan. “Pergilah membawa harapan dan kasih Kristus,” pesan Pastor Tino kepada seluruh umat yang hadir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....