Kondisi Ekonomi Regional Maluku Tetap Terjaga di tengah Dinamika Fiskal
- 13 Mei 2026 14:42 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Kondisi ekonomi regional Maluku hingga awal 2026 masih menunjukkan tren positif di tengah berbagai tantangan fiskal dan dinamika transfer ke daerah. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tual, Muslim, dalam Forum Komunikasi Pimpinan untuk Penguatan Sinergi atau “Kopi Pagi” di Aula KPPN Tual, Selasa (12/5/2026).
Menurut Muslim, secara umum pendapatan di wilayah Maluku mengalami peningkatan meski pendapatan pajak sedikit menurun. Namun, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta kenaikan belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah menjadi faktor yang ikut menjaga stabilitas ekonomi regional.
“Belanja pemerintah pusat meningkat 9,52 persen dan transfer ke daerah juga ikut meningkat,” kata Muslim.
Ia menjelaskan kenaikan transfer ke daerah dipengaruhi perubahan kebijakan penyaluran tunjangan profesi guru, tunjangan khusus guru, dan tambahan penghasilan guru yang sebelumnya dibayarkan per triwulan menjadi setiap bulan. Kebijakan tersebut, menurut dia, membuat penyaluran dana ke daerah menjadi lebih cepat dan langsung dirasakan penerima.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan menerapkan sejumlah penyederhanaan persyaratan penyaluran dana transfer ke daerah melalui KPPN. Muslim mengatakan kebijakan tersebut bertujuan mempercepat pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) specific grant dan Dana Desa tanpa harus melalui proses administrasi yang panjang di pemerintah pusat.
“Begitu persyaratan disampaikan ke KPPN, dana langsung bisa disalurkan sehingga tergantung kecepatan daerah,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Muslim juga menyebut realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di wilayah Maluku hingga awal tahun tercatat surplus sebesar Rp585,95 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan pengelolaan fiskal daerah masih berada dalam kondisi yang cukup baik.
Ia menambahkan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat juga mengalami perbaikan, seperti penurunan tingkat kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi) juga mengalami peningkatan yang menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat masih tumbuh.
“Inflasi wilayah Maluku masih terkendali di angka 3,4 persen dan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,4 persen,” kata Muslim.
Meski demikian, Muslim mengungkapkan nilai tukar petani mengalami penurunan meskipun nilai tukar nelayan menunjukkan peningkatan. Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat sinergi agar kondisi ekonomi regional tetap stabil dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....