Krisis Guru Berkualifikasi Hambat Perkembangan TK di Kepulauan Aru
- 02 Mei 2026 17:01 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual : Perkembangan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Kepulauan Aru masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait minimnya tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi khusus di bidang Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK).
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru, Stenly Utuwaly, mengungkapkan bahwa rendahnya minat masyarakat untuk menempuh pendidikan PGTK menjadi faktor utama kekurangan guru TK di daerah tersebut.
“Saat ini kita memiliki sekitar 65 TK Negeri, namun guru yang memiliki ijazah PGTK hanya sekitar delapan orang, baik dari PNS maupun PPPK. Ini sangat tidak sebanding,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, kondisi ini menyebabkan banyak TK tidak berjalan optimal. Untuk mengatasi kekosongan, sejumlah guru SD sempat ditugaskan mengajar di TK. Namun, solusi tersebut tidak bertahan lama karena adanya kendala administratif pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Ketika nama mereka terdaftar ganda di Dapodik, tunjangan sertifikasi maupun tunjangan khusus tidak bisa diterima. Akibatnya banyak yang memilih mundur,” jelasnya.
Utuwaly menambahkan, sesuai regulasi seperti Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD serta Undang-Undang tentang Guru dan Dosen, guru TK wajib memiliki kualifikasi pendidikan minimal yang relevan. Hal ini berbeda dengan PAUD nonformal yang lebih fleksibel dalam perekrutan tenaga pendidik.
Sebagai solusi jangka panjang, pihak dinas berupaya mendorong pemerintah desa untuk mengirim putra-putri daerah menempuh pendidikan PGTK. Harapannya, setelah lulus mereka dapat kembali dan mengisi kekosongan tenaga pendidik di TK-TK yang ada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....