Data Desa Jadi Kunci Akurasi Pembangunan, Wabup Malra Tekankan Literasi Statistik

  • 02 Mei 2026 00:25 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan pentingnya pengelolaan data desa yang akurat dalam kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Balai Desa Ohoidertawun, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas data sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

Rahantoknam menjelaskan pengelolaan dan pemanfaatan data desa harus selaras dengan prinsip Satu Data Indonesia. Hal tersebut membutuhkan koordinasi serta sinkronisasi penyelenggaraan statistik hingga ke tingkat desa.

“Pengelolaan dan pemanfaatan data desa juga seharusnya selaras dengan prinsip Satu Data Indonesia, melalui koordinasi dan sinkronisasi proses penyelenggaraan statistik di tingkat desa,” ujarnya.

Peningkatan literasi statistik bagi pemerintah desa menjadi hal mendasar agar desa mampu mengelola data secara mandiri. Dengan demikian, desa tidak lagi hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam pemanfaatan data pembangunan.

“Diperlukan peningkatan literasi statistik pemerintah desa dalam rangka menjadikan mereka sebagai subjek dalam pengelolaan dan pemanfaatan data di tingkat desa,” kata Rahantoknam.

Sementara itu akurasi data sangat ditentukan oleh sumber data yang berasal langsung dari desa. Pemerintah desa dianggap paling memahami kondisi riil masyarakat sehingga mampu menghasilkan data yang lebih valid.

“Kalau datanya mau akurat, data harus dari desa, karena desa yang paling kenal masyarakatnya,” ucapnya.

Rahantoknam menegaskan, rantai komunikasi dalam pengelolaan data harus berjalan efektif dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga ke tingkat desa sehingga dapat meminimalisir kesalahan dalam pengumpulan, pengolahan, dan pelaporan data. Ia menekankan, kesalahan kecil pada salah satu tahapan tersebut berpotensi menyebabkan data menjadi tidak akurat dan berdampak pada ketidaktepatan sasaran pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....