BPS Maluku Tenggara Kembangkan Dua Aplikasi Digitalisasi Data Desa

  • 30 Apr 2026 21:16 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maluku Tenggara mengembangkan dua aplikasi untuk mendukung digitalisasi data desa dalam Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Hal ini disampaikan Kepala BPS Maluku Tenggara, Freddy Abrahams, dalam kegiatan pencanangan dan pembinaan Desa Cantik di Balai Desa Ohoidertawun, Jumat (30/4/2026).

Freddy menjelaskan, dua aplikasi tersebut masing-masing digunakan untuk proses pengumpulan atau input data serta dashboard yang menampilkan data desa melalui website desa. Pengembangan aplikasi ini disesuaikan dengan kebutuhan data di masing-masing desa guna meningkatkan kualitas pengelolaan data.

“Kami mengembangkan dua aplikasi, satu untuk input data dan satu lagi untuk dashboard yang menampilkan data desa secara terintegrasi,” kata Freddy.

Namun demikian, BPS Maluku Tenggara masih menghadapi kendala dalam penyediaan ruang penyimpanan data. Karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk menyediakan server penyimpanan melalui Pusat Data Nasional (PDN).

Freddy menilai, pemanfaatan PDN menjadi solusi karena layanan tersebut tidak berbayar, memiliki kapasitas penyimpanan besar, serta menjamin keamanan data. Hal ini penting untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan data desa secara digital.

“Dengan dukungan server dari Pusat Data Nasional, data desa dapat tersimpan dengan aman dan terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila aplikasi tersebut diterapkan secara luas, maka kecamatan dapat memperoleh agregat data desa, sementara kabupaten mendapatkan agregat data kecamatan. Kondisi ini akan memudahkan pemerintah daerah dalam memperoleh data sektoral hingga ke level desa secara real time.

Selain itu, BPS juga mendorong kolaborasi antara desa dan organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan ketersediaan data sektoral yang akurat. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar intervensi program pembangunan pemerintah daerah yang lebih tepat sasaran.

Freddy mengungkapkan, kedua aplikasi yang dikembangkan tersebut tidak dipungut biaya atau bersifat gratis sebagai bentuk kontribusi BPS dalam memperbaiki tata kelola data desa. Pihaknya juga berencana mendemonstrasikan aplikasi tersebut meskipun pengembangannya belum sepenuhnya rampung.

Lebih lanjut, BPS Maluku Tenggara bersama Diskominfo juga mengembangkan aplikasi serupa untuk penyimpanan data sektoral di tingkat OPD. Ke depan, aplikasi tersebut akan menjadi bank data daerah sekaligus portal pendukung implementasi Satu Data Indonesia di Kabupaten Maluku Tenggara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....