Saryat Umat Katolik Ohoi Kolser Pererat Kerukunan dan Persaudaraan

  • 28 Apr 2026 06:42 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Kehidupan orang basudara dalam bingkai Ain Ni Ain adalah energi terbesar dalam kehidupan masyarakat Kei. Walaupun berbeda suku, agama dan budaya, namun tidak meruntuhkan semangat kerukunan dan kedamaian di bumi Lar Vul Ngabal.

Hal ini diutarakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Maluku Tenggara, Raudhah Hanubun, usai menemui umat Katolik ohoi Kolser yang melintas di area Land Mark Langgur, Sabtu sore. Penggalangan dana dalam bentuk mengunjungi kerabat dan keluarga tersebut, untuk mendukung perayaan 100 tahun Goa Maria sekaligus Dedikasi gereja St. Maria Imakulata Kolser, yang dijadwalkan pada bulan Desember mendatang.

Hanubun yang menemui panitia beserta umat Katolik Kolser yang melintas di lokasi penyelenggaraan kegiatan menyongsong Hardiknas 2026, menilai sangat positif kegiatan tersebut.

“Perbedaan agama, suku, budaya dan lain sebagainya, sebenarnya bukan menjadi alasan untuk kita berbeda. Itu adalah sesuatu yang hukumnya Sunatullah. Katong bisa memaknai itu bahwa katong berbeda dalam agama, budaya dan sebagainya, tapi pada prinsipnya beta meyakini bahwa sebenarnya kita menyembah Tuhan yang sama”, kata Hanubun.

Sementara itu, Ketua panitia perayaan 100 tahun Goa Maria dan Dedikasi gereja St. Maria Imakulata Kolser, Abraham Rejaan di sela kegiatan Sabtu sore mengatakan, ditampilkannya tarian Saryat dalam penggalangan dana ini, dengan maksud agar melestarikan adat dan budaya Kei. Dijelaskan, berkunjung ke umat, saudara dan kerabat, telah dilaksanakan di ohoi Kolser beberapa waktu lalu, sementara di Sabtu pagi (25/4/2026) kegiatan dilaksanakan di kawasan Perumnas, yang diterima oleh Takmir dan Remaja Masjid Al-Falah Perumnas, juga Jemaat GPM Anugerah, unit Getsemani I, II dan III, serta umat Katolik setempat.

Sementara itu, pada Sabtu sore, kunjungan dilakukan di komplek perumda serta RT 001/RW 01 kelurahan Ohoijang Watdek.

Rejaan menyatakan bangga terhadap tingginya nilai toleransi dan persaudaraan yang ditunjukkan oleh orang basudara dalam kegiatan ini.

“Kegiatan juga menunjukkan bahwa hidup toleransi beragama di Kei, masih sangat tinggi, terbukti kami Saryat di Perumnas, kami diterima oleh basudara muslim, yaitu Dewan Kemakmuran Masjid dan Remaja Masjid, yang mengarahkan kami untuk berkeliling Perumnas. Kemudian kami dating juga di RT 001 RW 01 Kelurahan Ohoijang Watdek sore ini, di mana keluarga dari Protestan dan muslim semua terlibat”, kata Rejaan.

Diharapkan, kegiatan ini akan meningkatkan persatuan dilandasi iman dan persaudaraan di Kepulauan Kei. Sementara itu, kegiatan sama masih akan dilanjutkan di bulan depan, dengan mengunjungi sejumlah ohoi dan kawasan yang telah dijadwalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....