Inilah PutraKu yang Terkasih Kepadanyalah Aku Berkenan

  • 01 Mar 2026 16:33 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Vikaris Epyscopal Kevikepan Kei Kecil dan Kota Tual, juga Pastor Paroki Tual, RP. Frans Lesomar, MSC dalam Kotbahnya pada Perayaan Ekaristi Kudus Minggu Prapaskah Ke-II di Gereja St. Fransiskus Xaverius Tual menegaskan, Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes ke sebuah gunung yang tinggi, disana Yesus berubah rupa (Transfigurasi), wajah-Nya bercahaya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar, Minggu (1/3/2026).

“Musa dan Elia menampakkan diri dan berbicara dengan Yesus, Kemudian, terdengar suara dari awan yang berkata, "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia, menunjukkan kemuliaan Yesus sebagai Anak Allah dan menguatkan iman para murid.

Dikatakan, penglihatan ini juga mengajak umat untuk mendengarkan Yesus dan percaya pada rencana Allah, meskipun mereka mungkin menghadapi penderitaan.

Menurut Pastor Lesomar, Injil Matius 17:1-9 yang mengisahkan Kemuliaan Yesus yang tampak di depan mata mereka, ini adalah sebuah janji kesempatan., hahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus, yang dekat dengan Dia akan memandang kemuliaan itu.

“Allah berpesan kepada kita melalui Petrus dan kawan-kawan, supaya sampai kepada tahap itu, Orang harus mendengarkan Yesus, Umatku sekalian yang terkasih. Supaya kita bisa sampai nanti memandang kemuliaan Allah. Seperti yang dialami oleh Petrus dan murid lainnya”, tegasnya.

Lebih lanjut Pastor Frans meminta seluruh umat yang percaya mengikuti apa yang diajarkan Yesus dan menjalankan kehendak-Nya, guna mewujudkan kehadiran Allah dalam hati setiap orang dan berkenan dihadapan Allah Bapa.

Pastor Frans juga mengutip Nats Kitab Suci, apabila seseorang datang Bait Allah untuk mempersembahkan persembahan kepada Allah di Mezbah , namun dalam kehidupannya masih terjadi pertentangan, kebencian dan permusuhan terhadap saudara, tetangga maupun kerabat.Kembalilah untuk berdamai bersama mereka.

“Tuhan Yesus katakan. tinggalkanlah dahulu persembahanmu dan pulanglah kembali berada dengan saudaramu. Kalau sudah. Baliklah kembali berdamailah dulu, lalu kembali melihat mempersembahkan apa yang diberikan bagi Tuhan”, ujar Pastor Frans.

Pastor Frans menceriterakan Perumpamaan lainya yang disampaikan Yesus tentang Orang Farisi dan Seorang berdosa dan Orang Farisi yang berdoa dengan kesombongannya terhadap amal yang diberikan kepada sesama, sebaliknya seorang berdosa merendahkan diri di hadapan Allah dan menyesali dosanya dihadapan Allah.

“Doa orang berdosa menurut Yesus lebih layak jika dibandingkan dengan Orang Farisi yang berdoa dengan penuh kesombongan, hal ini yang menjadi pertanyaan Yesus kepada Para Muridnya”, ucap Pastor Frans.

Pastor Frans juga menggambarkan, untuk melakukan sebuah perubahan untuk mengikuti kehendak Tuhan tidaklah mudah, sama halnya Titah Allah kepada Abraham untuk meninggalkan kampung halamannya dan menuju tanah yang dijanjikan Allah.

“Satu Perubahan dari tempat yang mana kita sudah biasa dari Proses dari tempat yang lama ke tempat yang baru butuh Proses harus berjalan kaki bulan bahkan bertahun-tahun itu menderita, dan untuk menuju pada perubahan hidup perlu penderitaan”, tandasnya.

Pastor Frans juga mengajak Umat, jika menjadi Murid yang baik, mendengar sabda Tuhan dan melaksanakannya, yakni berani untuk menyatakan kesalahan bagi setiap saudara yang bersalah dan berdamai bersama , hidup dalam kasih Kristus.

“Kita semua orang Katolik dipanggil untuk pada masa Prapaskah ini, mari kita mendengarkan Putra Allah yang terkasih ini, Yesus Kristus, dengarkanlah apa yang menjadi sabdanya, dikehendaki agar kita buat dalam hidup setiap hari , mari kita dengarkan dan menjalankanya”, tuturnya.

Menutup Kotbahnya , Pastor Frans optimis apabila setiap orang yang melaksanakan Firman Tuhan dan melaksanakannya secara maksimal, kelak seluruh umat akan memandang Kemuliaan Yesus Kristus Putra Allah yang Hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....