RD Rolland Ignatius Renwarin: Akar Dosa Dari dalam Hati
- 18 Feb 2026 18:12 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - RD Rolland Ignatius Renwarin memimpin Misa Hari Minggu Biasa IV di Gereja Santo Yosep Dobo, Minggu (15/02/2026). Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 08.25 WIT tersebut mengusung tema “Hukum dan Cinta Kasih” dan diikuti umat dengan penuh khidmat.
Dalam khotbahnya, RD Rolland menekankan pentingnya menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bertutur kata dan menggunakan bahasa. Ia mengingatkan umat agar tidak lebih takut pada penilaian manusia daripada melanggar perintah Tuhan. Menurutnya, di era media sosial saat ini, banyaknya pengikut atau popularitas tidak menjadi ukuran kesucian seseorang, sebab sesuatu yang viral belum tentu bernilai di hadapan Allah.
RD Rolland menegaskan, dalam bacaan Injil hari itu Yesus mengajarkan hidup dalam keteraturan dan ketaatan pada hukum yang selaras dengan kasih. Tuhan, kata dia, tidak hanya melihat apa yang tampak atau dipublikasikan, tetapi juga menilai apa yang tersembunyi di dalam hati manusia. Karena itu, akar dosa harus disadari berasal dari hati yang tidak terarah pada kebaikan.

“Yesus dalam bacaan Injil hari ini, menegaskan kepada kita bahwa hidup dalam keteraturan hukum yang sesuai dengan kasih, Ia tidak hanya melihat apa yang diposting, tetapi apa yang tersembunyi di hati, sebab Yesus mengajar kita untuk melihat bahwa akar dosa itu berasal dari dalam hati, maka kita harus membangun hati yang baik, bukan sekadar citra di luar”, kata Renwarin
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebenaran hidup orang beriman harus melebihi ahli Taurat dan orang Farisi. Artinya, iman tidak cukup diwujudkan dengan kehadiran di gereja atau keterlibatan dalam kegiatan rohani semata, melainkan melalui sikap nyata seperti mengampuni saat terluka, berdamai ketika disakiti, serta berani berkata benar dan menolak yang salah.
“Jika ya, katakan ya; jika tidak, katakan tidak,” tegasnya, seraya mengingatkan pentingnya integritas dalam kehidupan beriman.
Menutup khotbahnya, RD Rolland mengajak umat untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan dipenuhi kasih. Ia menekankan bahwa hukum tanpa kasih dapat menjadi beban, tetapi hukum yang dijalankan dengan kasih akan menuntun pada kehidupan sejati. Umat diharapkan mampu mengamalkan kasih dalam keseharian, sehingga hidup menjadi bermartabat, bernilai, serta membawa berkat bagi sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....