Pertobatan Dimulai Dari Hati guna Meraih Keselamatan

  • 18 Feb 2026 12:11 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Misa Kudus Dipimpin RD. Bery Rahawarin di Gereja St. Fransiskus Xaverius Paroki Tual, pada Perayaan Rabu Abu Mengawali Masa Pra Paskah Tahun 2026 yang diikuti Seluruh Umat Katolik di Paroki Tual, Rabu (18/2/2026).

Pastor Bery dalam Kotbahnya menekankan, istilah “Rabu Abu” atau menandai diri dengan abu, dimaknai bahwa diri kita tak berarti, barang yang dibuang, olehnya itu berpuasa merupakan puncak dari perjalanan khusus Masa Prapaskah dengan sabar.

“Kalau kita baru saja 1 setengah bulan lalu kita bersukacita pada masa Natal , dan kita masuk dalam masa khusus yang dikenal masa khusus Prapaskah, , simbol warna liturgi yaitu Unggu , melambangkan doa dan pertobatan”, ucap Pastor Bery.

Dikatakan, Abu yang mengungkapkan keberdosaan Seluruh Umat yang percaya kepada Yesus Kristus, sebab seorang berdosa tidaklah layak dan berarti di hadapan Allah, selain itu Simbol nyanyian dalam liturgi pada masa Natal dan Paskah berbeda dengan Masa Prapaskah.

“Kalau masa Natal atau masa Paskah musiknya yang digunakan memakai musik interval Mayor dan pada masa Pra Paskah akan berubah diatur menjadi Musik interval Minor sesuai Ketetapan Gereja”, tegasnya.

Pastor Bery meminta setiap penyanyi Mazmur perlu disiapkan semaksimal mungkin, berdaya guna dari Kotbah Pastor dalam membentuk Batin, kesadaran dan nyanyian yang diiringi dan lantunan syair, untuk mempengaruhi seluruh umat , dan merenung, menghayati apa yang diungkapkan Gereja dalam Liturgi sasaran dalam masa Pertobatan.

“Masa Prapaskah yang dimulai hari ini, terimakasih kepada anak - anak yang mengantar lagu dan nyayian yang bagus , menandakan pertobatan kita melalui permenungan hati”, ungkap Pastor Bery.

Menurut Pastor Bery, Seluruh musik gereja yang digunakan gereja sesuai aturan, dalam suasana Gembira dan Sedih, dan melalui masa ini, sebagai bagian integral Seluruh umat, dengan menyadari kesalahan perjalanan sepanjang masa Pra Pasakah.

“Ini kesempatan Pertobatan bagi Kita dalam masa Prapaskah “, ajak Pastor Bery.

Pastor Bery juga mengutip injil Kristus,” Jangan kamu melakukan kewajiban Agamamu dihadapan orang supaya dilihat mereka, bila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu, cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang Puasa, melainkan hanya dilihat oleh Bapamu ditempat yang tersebunyi, maka Bapa melihat yang tersembunyi akan dibalas”, tuturnya.

Pastor Bery juga menekankan pada Para Peserta Didik untuk taat terhadap peraturan sekolah, dengan Disiplin Waktu, dan Para orang Tua selalu melanggar Kesepakatan dimana tempat tersembunyi, yakni dalam kesadaran dan hati umat yang percaya.

Ditambahkan, ,mulai dari kesadaran dan hati, Yesus meminta untuk membersihkan diri , hati anak- anak Tuhan menjadi Kemah Allah sendiri secara internal dan akan menjadi rujukan pembaharuan iman dalam lingkup keluarga dan interaksi sosial setiap hari, pada penerapan Kewajiban sosial, Hukum, dan Agama.

“Janganlah bertindak serupa orang Farisi yang melakukan segala hal, untuk dilihat orang dan dipuji, namun sebuah kebaikan, berasal dari hati yang tenang untuk memperoleh Kasih Setia Allah”, tutup Pastor Bery.

Lantunan Mazmur dan Petugas Pembaca Bacaan dipercayakan pada Koor Penggerak Pueri Cantores Tualensis (PCT) Paroki Tual yang mempersembahkan nyanyian pujian selama pelaksanaan Perayaan Ekaristi dan Pembawa Persembahan dipercayakan kepada Kaum Bapa Katolik (KBK) St. Gregorius Paroki Tual, berlangsung Khidmat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....