Pembangunan Gereja Terapung Pertama di Kepulauan Kei Dimulai

  • 15 Feb 2026 16:54 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Pembangunan gereja terapung pertama di Kepulauan Kei, memasuki tahapan pembukaan lokasi, serta persiapan peletakkan batu pertama. Ketua seksi Pembangunan, panitia Pembangunan gereja St. Maria Goretti stasi Rumadian, Dortheus Watratan di sela kesibukan umat dan warga melakukan pekerjaan di ohoi Rumadian Rabu (11/02/2026) mengatakan, sejak bulan Januari 2026, panitia bersama masyarakat membangun jembatan penghubung ke pulau kecil di tengah teluk Hoat Tamngil.

Watratan menjelaskan, peletakkan batu pertama gereja St. Maria Goretti Rumadian, dijadwalkan pada tanggal 20 April 2026, yang rencananya akan dilakukan langsung oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, Pr. Olehnya itu, jembatan darurat sepanjang 286 meter, telah terhubung antara ohoi Rumadian dengan pulau yang dikenal dengan Nuhu Sian, sebagai lokasi dibangunnya gereja St. Maria Goretti.

“Kami dari bulan Januari membuat jembatan ini, yang rencananya untuk menjawab tanggal 20 April, akan dilaksanakan peletakkan batu pertama, oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, Pr. bersama 2 Uskup lainnya, yaitu dari Menado dan Makassar”, kata Watratan.

Persiapan-persiapan yang tengah dilakukan yaitu membersihkan lahan tempat dibangunnya gereja, serta pembuatan tempat dilaksanakan perayaan ekaristi pada waktu peletakkan batu pertama nanti. Beberapa pekerjaan yang sedang berlangsung, telah menunjukkan eratnya kerukunan dan persaudaraan di wilayah ini, di mana umat dan warga ohoi Debut serta ohoi Dian, turut ambil bagian dalam proses tersebut.

Gereja St. Maria Goretti Rumadian tidak sekadar tempak ibadah bagi umat Katolik setempat, namun kelak menjadi lokasi penting bagi kegiatan kerohaian, bahkan berbagai kegiatan penting di wilayah ini. Kehadiran gereja terapung ini sekaligus mendukung sektor pariwisata yang menjadi program unggulan pembangunan di kabupaten Maluku Tenggara.

Watratan menjelaskan, target pembangunan gereja Katolik stasi Rumadian, yang akan menjadi icon wilayah ini, yakni 5 tahun. Sementara dana yang dibutuhkan sebesar 5 Milyard 7 ratus juta lebih.

“Pembuatan jembatan sekaligus pembersihan lokasi untuk persiapan peletakan batu pertama. Direncanakan oleh Bapa Uskup itu, pembangunan gereja ini direncanakan 5 tahun, dengan biaya sekitar 5 M 7 ratus juta lebih”, kata Watratan lagi.

Guna mewujudkan rencana dan target sebagaimana yang ditetapkan, maka panitia bersama unsur pemerintah serta masyarakat, terus memaksimalkan semua proses pembangunan gereja St. Maria Goretti. Dijelaskan, pembuatan jembatan darurat antara Rumadian dan ohoi Dian, selain membantu warga yang melintasi kawasan tersebut, sekaligus mendukung pembangunan gereja di tengah kawasan Hoat Tamngil, dengan panorama indah dan berbagai kekayaan yang terdapat di dalamnya.

Watratan mengharapkan dukungan dan partisipasi dari umat dan warga Rumadian di Kepulauan Kei maupun di Rantau, serta semua pihak untuk mendukung pembangunan gereja terapung yang sangat penting dan strategis dari berbagai aspek dan memiliki potensi sangat besar terhadap perkembangan pembangunan di wilayah ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....