Pihak UPP Jamin Angleb Fasilitasi Masyarakat Berlayar

  • 13 Feb 2026 14:40 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Plh Kepala UPP Kelas II Tual, Hamsa Hanubun kepada rri.co.id mengatakan, terkait dengan event rutin sehubungan kesiapan Angleb (Angkutan Lebaran) yang akan dilaksanakan pada bulan Maret, di akhir bulan ini akan digelar sesuai dengan instruksi dari Pusat,Jumat (13/2/2026)

“Insturksi dari Dirjen Perhubungan Laut, bahwa yang saat ini dilakukan adalah melakukan Ramp check. Ramp check terkait dengan kesiapan seluruh Armada Kapal penumpang untuk melayani kebutuhan Angkutan lebaran tersebut”, ungkap Hanubun.

Menurutnya, sebelum dilakukan Pelayanan Armada, harus dilakukan Ramp check, guna meneliti kualitas dan uji kelayakan Kapal dan memastikan armada yang akan digunakan memenuhi standar sesuai ketentuan, disamping itu setelah hasil uji kelayakan keluar, Pihak UPP akan melaporkan ke Kementerian Perhubungan.

Laporan yang disampaikan, kata Hanubun, akan menjadi pertimbangan untuk kebutuhan transportasi yang khususnya, di Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, dan memastikan ketersediaan fasilitas yang dapat dioptimalkan bagi para calon Penumpang dan Masyarakat di Kepulauan Kei.

“Terhadap sarana dan prasarana yang ada, fasilitas-fasilitas penunjang juga telah kami siapkan dan sudah dapat digunakan dalam hal pelaksanaan Anglep tahun 2026”, tuturnya.

Hanubun juga menilai, koordinasi bersama staekholder atau unsur-unsur terkait merujuk pada instruksi langsung dari Pusat bahwa Kolaborasi dan Koordinasi terhadap kelancaran Anglep di tahun 2026, olehnya itu di Pelabuhan Tual akan ditempatkan Posko koordinasi.

“Posko koordinasi itu akan terlibat semua unsur, dari kepolisian, unsur Kementerian dalam hal ini Vertikal, walaupun unsur dari Daerah”, ujar Hanubun.

Hanubun juga menggambarkan, Pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas, mengantisipasi cuaca ekstrim, disertai Metigasi dan melakukan persiapan matang pada Operasional angkutan Lebaran , dan berharap seluruh proses dapat berjalan dengan lancar , sesuai perencanaan yang matang.

.Hanubun juga menandaskan, proses Ramp Chek jika telah selesai dilaksanakan, akan dilakukan rapat koordinasi teknis di Pusat untuk membahas keseluruhan kesiapan, serupa pada Perayaan Natal dan Tahun baru di Bulan desember

Pelayanan ini ucap Hanubun, ketersediaan Armada untuk Kapal Pelni dan Perintis yang melayari Pelabuhan Tual, misalkan Armada yang datang dari Dobo, Saumlaki dan Pelabuhan Tujuan Ambon, juga Alat Transportasi Lokal ke Wilayah Kei besar, yang berada di Pelabuhan Motor Watdek, akan dilakukan uji kelayakan.

Hanubun mengaku, keselamatan menjadi tanggung jawab bersama dan bukan hanya tugas UPP Kelas II Tual sendiri, olehnya itu himbauan-himbauan terkait keselamatan pelayaran telah sampaikan, melalui untuk memberikan edukasi bagi Masyarakat, para Nakhoda dan Pemilik Alat transportasi Tradisional.

“Karena memang keselamatan ini khususnya bagi kami tidak ada toleransi. Kalau memang nakoda-nakoda yang bandel pasti akan kami lakukan langkah-langkah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku”, tegasnya.

Hanubun merincikan, penumpang yang ada pada pelabuhan Tual, di waktu - waktu tertentu mengalami lonjakan Penumpang yang tinggi, sekalipun kapasitas ruang tunggu memiliki daya tampung Maksimal sekitar 200 orang, namun langkah-langkah Mitigasi telah dilakukan.

“Kapal Pelni yang masuk juga kami telah mensiasati hal itu dan Alhamdulillah itu lancar. bertahap, fasilitasnya, ada yang setelah boarding dia akan berpindah ke depan dulu setelah itu yang berikutnya masuk, selama ini bisa mengcover Kebutuhan penumpangdan Volume kemampuan Kapal Pelni 1200 penumpang”, papar Hanubun.

Hanubun tetap optimis, meskipun konidis efisiensi anggaran, namun hal ini bukan menjadi hambatan pada pelayanan masyarakat, dan melalui kolaborasi bersama semua Pihak, mampu melakukan yang terbaik bagi masyarakat.

“Dari lantas bagaimana mengkondisikan alur Lalulintas, Dinas perhubungan bagaimana mengatur penataan di dalam. Kami libatkan mereka di dalam untuk bagaimana parkiran itu dan sebagainya, baik emberkasi dan deberkasi”, ulas Hanubun.

Hanubun minta masyarakat pengguna jasa Transportasi Laut untuk memprioritaskan Keselamatan sebagai Unsur terpenting, dan tetap mengupdate perkembangan Cuaca melalui BMKG, melalui Perangkat digital, dan tidak gegabah untuk melakukan Aktivitas ditengah cuaca Ekstrem.

“Kami tetap mengontrol, kami di sini ada tiga unsur perhubungan laut, UPP Tual, KPLP Pangkalan PLP Tual dan Navigasi. Kami berkolaborasi memberikan informasi kepada masyarakat. Lebih baik kita tidak berangkat, menunda keberangkatan daripada nyawa dan harta kita menjadi taruhan”, tandasnya.

Hanubun berharap, kepada masyarakat memastikan sarana fasilitas keselamatan selama melakukan Pelayaran, misalkan menyiapkan life jacket dan semuanya sarana penunjang, sebab Letak Geografis Wilayah yang terdiri dari Kepulauan dan kondisi Fisik Kapal yang bobot kapalnya dominan berukuran kecil.

“Kami selalu memberikan edukasi kepada masyarakat. Dan kalau datang di pelabuhan, ikuti apa yang menjadi petunjuk dari petugas, apa arahan petugas, sehingga semuanya terpenuhi. Kita tahu bahwa pelabuhan Tual ini terbatas, kapasitasnya terbatas, tapi Insyaallah, kami siap untuk mengkondisikan agar kebutuhan masyarakat yang mau berangkat maupun yang tiba itu dapat terjamin”, tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....