Praktik Pendidikan Kepulauan Maluku Tenggara Curi Perhatian Nasional
- 11 Feb 2026 16:22 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Paparan praktik pendidikan dari wilayah kepulauan Maluku Tenggara mencuri perhatian forum nasional pendidikan di Jakarta. Di tengah keterbatasan infrastruktur dan tantangan geografis, Dinas Pendidikan Maluku Tenggara justru menunjukkan pendekatan inovatif dalam membentuk karakter peserta didik melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, saat menghadiri Konsolidasi Nasional (KonsolNas) Pendidikan Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia di Jakarta, pada 9–11 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Raudha dipercaya mewakili kepala dinas pendidikan kabupaten dan kota se-Indonesia untuk memaparkan praktik pelaksanaan program nasional yang telah diadaptasi sesuai dengan karakter wilayah Maluku Tenggara. Paparan ini menjadi sorotan peserta KonsolNas karena disampaikan dari perspektif daerah kepulauan di kawasan timur Indonesia.
Dalam rilis yang disampaikan kepada tim RRI.co.id, Rabu (11/2/2026), Raudha menjelaskan kondisi pendidikan di Maluku Tenggara secara menyeluruh, mulai dari profil peserta didik, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, hingga capaian yang berhasil diraih dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga mengungkap sejumlah tantangan utama yang masih dihadapi daerah, seperti keterbatasan infrastruktur pendidikan, minimnya tenaga pendidik berkualitas, serta faktor sosial dan budaya masyarakat.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan tersebut, Dinas Pendidikan Maluku Tenggara terus mendorong inovasi melalui program-program lokal yang berdampak langsung pada peserta didik. Beberapa di antaranya dengan mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam pembelajaran 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mengembangkan pembelajaran berbasis alam dan lingkungan, serta membentuk kelompok belajar mandiri yang melibatkan peran orang tua dan masyarakat.
“Kami berharap melalui forum ini, kondisi pendidikan di Maluku Tenggara dapat lebih dikenal oleh pemerintah pusat dan daerah lain. Dengan begitu, dukungan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran, tidak hanya untuk peningkatan kualitas teknis pendidikan, tetapi juga untuk mengoptimalkan potensi anak-anak sebagai generasi unggul,” ujar Raudha dalam keterangannya.
Konsolidasi Nasional Pendidikan 2026 menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan langkah seluruh pemangku kepentingan pendidikan nasional. Forum ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian program pendidikan nasional serta merumuskan arah kebijakan pendidikan ke depan.
Pemerintah menargetkan penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan daya saing peserta didik, serta pemerataan layanan pendidikan yang inklusif di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan dan wilayah dengan tantangan geografis seperti Maluku Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....