Jangan Digoreng, Berisiko Picu penyakit Jantung Dan kanker
- 30 Jan 2026 10:13 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Kebanyakan sayuran secara alami rendah lemak dan kalori. Sayuran juga diperkaya akan nutrisi penting seperti serat, vitamin dan antioksidan. Mengonsumsinya setiap hari sangat disarankan karena dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian, asalkan diolah dengan tepat.
Namun, salah satu penyajian sayuran yang harus dihindari adalah dengan menggorengnya. Proses penggorengan ke dalam minyak panas dapat membuat sayuran kehilangan sebagian besar nutrisinya, serta menambah jumlah kalori dan lemak.
“Sayur adalah bagian penting dari pola makan sehat, terutama untuk anak-anak. Tapi bagaimana jika sayur digoreng? Apakah tetap sehat ? banyak orang menganggap menggoreng sayuran bisa membuat rasanya lebih enak, namun di balik kerenyahan itu, tersimpan bahaya yang tidak bisa dianggap remeh”,Ujar dr iis jalil
dr iis menjelaskan ada beberapa sayuran yang sebaiknya tidak digoreng.
Yang pertama Kol atau Kubis. Kol, yang digoreng dapat menimbulkan komposisi amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik bagi tubuh, risiko penyakit yang dapat timbul akibat sering makan kol goreng adalah penyakit jantung, obesitas, hingga kanker. Sebaiknya kol diolah dengan cara direbus atau dimakan langsung.
Kedua Terong. terong goreng memang nikmat untuk dimakan. Akan tetapi, proses menggoreng dapat membuat kandungan nitrit meningkat dan menjadi karsinogenik, risiko yang dapat timbul dari makan terong goreng berkepanjangan adalah hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan tersumbatnya aliran darah.
Akan lebih baik jika terong diolah dengan cara disayur, dimakan langsung, atau dijadikan sambal.
"Sayur atau lalapan yang bagus adalah yang tidak mengalami proses masak atau direbus saja. Tetapi, perlu diingat, direbus terlalu lama pun akan mengurangi angka nutrisinya. Sayur lebih baik mengalami proses pemasakan paling minimal," Ujar dr. iis.
Perlu digarisbawahi bahwa risiko penyakit akibat makan sayur goreng adalah domino effect, dimana efeknya bisa dirasakan karena akumulasi jangka panjang. tidak masalah jika kamu ingin makan sayur goreng sekali-kali. Namun, perlu dipahami bahwa makan sayur goreng tidak sama dengan makan sayur segar atau sayur yang diolah dengan cara dikukus atau direbus.
“Bolehkah sayur digoreng? Jawabannya: sebaiknya tidak! Meski menggoda dan lezat, sayur goreng menyimpan risiko besar terhadap kesehatan anak dan keluarga.
Kandungan karsinogen, lemak trans, dan kerusakan nutrisi membuatnya jauh dari kata aman jika dikonsumsi rutin, biasakan memasak sayur dengan cara yang lebih sehat seperti dikukus atau ditumis ringan. Ingat, pola makan sehat dimulai dari dapur rumah”, ujar dr iis
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....