Gereja Katolik Rayakan Pesta Pembaptisan Tuhan Sedunia Serentak

  • 15 Jan 2026 05:56 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Gereja Katolik secara universal memperingati Pesta Pembaptisan Tuhan yang dirayakan serentak di seluruh dunia. Perayaan ini juga berlangsung di Gereja Santo Yosep Dobo pada Minggu, 11 Januari 2026, dengan tema “Pertobatan yang Tulus Ialah Menghindari Kesempatan untuk Berbuat Dosa”.

Misa dimulai pukul 08.00 WIT dan dipimpin oleh Pastor Jhon Piran MSC. Perayaan Ekaristi tersebut didampingi oleh Pastor Corsan Rahaded dan diikuti oleh umat dengan penuh khidmat.

Rangkaian misa diawali dengan ritus pembuka dan dilanjutkan dengan Liturgi Sabda. Bacaan pertama diambil dari Kitab Yesaya 42:1-4.6-7 yang kemudian ditanggapi dengan Mazmur tanggapan.

Bacaan kedua dibacakan dari Kisah Para Rasul 10:34-38. Perayaan Sabda ditutup dengan pembacaan Injil menurut Matius yang mengisahkan peristiwa pembaptisan Yesus.

Dalam khotbahnya, Pastor Jhon Piran MSC mengisahkan pembaptisan Yesus Kristus di Sungai Yordan. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut menunjukkan Allah mengutus Putra-Nya sebagai Juru Selamat umat manusia.

Pastor Jhon menjelaskan bahwa dalam pembaptisan itu terdengar suara Allah yang menyatakan Yesus sebagai Putra terkasih-Nya. Hal ini menegaskan bahwa Yesus diutus ke dunia untuk membebaskan manusia dari dosa.

“Gambaran dan konteks dari pembaptisan itu sendiri, dengan adanya peristiwa pembaptisan itu, Allah sendiri mengutus putra-Nya untuk menegaskan kembali bahwa inilah putra-Ku yang terkasih, kepadanya aku berkenang. Dia diutus di tengah-tengah dunia untuk menyelamatkan manusia, dan membebaskan manusia dari semua dosa, dan Dia inilah Allah sendiri berkenang padannya”, kata Pastor Jhon.

Ia juga menjelaskan bahwa peristiwa pembaptisan Yesus dicatat dalam Injil Markus, Lukas, dan secara reflektif dalam Injil Yohanes. Pada perayaan ini, umat mendengarkan Injil Matius 3:13-17 yang menampilkan dialog antara Yohanes Pembaptis dan Yesus.

Menurut Pastor Jhon, Yohanes Pembaptis sempat berusaha mencegah Yesus karena merasa tidak layak membaptis-Nya. Yohanes menyadari bahwa justru dirinya yang seharusnya dibaptis oleh Yesus.

Namun Yesus menjawab agar hal itu tetap terjadi demi menggenapi kehendak Allah. Dari peristiwa ini menjadi jelas bahwa pembaptisan di Sungai Yordan merupakan bagian dari rencana kasih Allah.

Lebih lanjut Pastor Jhon mengatakan bahwa pembaptisan Yesus menegaskan keilahian-Nya sebagai Juru Selamat. Peristiwa ini juga menunjukkan kerendahan hati Yesus yang taat sepenuhnya pada kehendak Bapa.

Makna Pesta Pembaptisan Tuhan, menurut Pastor Jhon, pertama-tama menegaskan identitas Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kedua, perayaan ini mengingatkan umat akan pembaptisan mereka sendiri sebagai anak-anak Allah.

“Peristiwa Pembaptisan Yesus oleh Yohanis pembaptis di sungai Yordan di sana mau mengatakan, pertama, keilahian dan rancangan atau penyegeraan karya manusia itu sendiri, kini sudah menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus sendiri”, kata Pastor Jhon lagi.

Melalui pembaptisan, martabat manusia diangkat menjadi ahli waris Kerajaan Surga. Dengan demikian, umat dipanggil untuk menyadari tanggung jawab hidup sebagai anak-anak Allah.

Misa berlangsung dengan aman dan lancar serta diiringi koor dari Rukun Santo Andreas. Perayaan Ekaristi diakhiri dengan berkat penutup yang diberikan oleh Pastor Corsan Rahaded.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....