Perum Bulog Tual Jelaskan Penghentian Penyaluran Beras SPHP
- 21 Apr 2025 19:57 WIB
- Tual
KBRN, Tual: Penghentian pendistribusian beras subsidi jenis SPHP (Stabilitas Harga Pasokan Pangan) yang sudah berlaku sejak akhir Maret lalu mengundang ragam tanya dari berbagai kalangan.
Menanggapi hal ini, pimpinan wilayah Perum Bulog Tual, Irfan La Dzinga angkat bicara. Kepada rri.co.id di ruang kerjanya pada Senin siang dirinya menjelaskan, penghentian penyaluran beras jenis SPHP merupakan kebijakan langsung dari pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Perum Bulog Tual selaku operator atau penyalur kata La Dzinga, hanya mengacu pada kebijakan yang diturunkan, dan menjalankannya sesuai ketetapan yang ada. Sementara terkait alasan penghentian penyaluran kata La Dzinga, sampai dengan saat ini belum ada informasi resmi yang diterima terkait regulias ini.
“Untuk SPHP itu kebijakan dari Bapanas, kita tunggu info dari Bapanas, kapan menyalurkan kembali, karena masih proses pengadaan sesuai dengan arahan Presiden untuk serap beras dan gabah sekitar 7 juta ton, sehingga fokusnya masih kesana,” kata La Dzinga.
Penghentian sementara penyaluran beras subsidi SPHP dinilai cukup berdampak terhadap fluktuasi inflasi di Kota Tual dan Maluku Tenggara. Menurutnya, kehadiran beras SPHP dinilai sebagai instrumen pengendalian inflasi karena berperan sebagai penyeimbang harga di pasaran.
La Dzinga juga meminta kerjasama dari satgas dan pihak terkait lainnya dalam hal pengawasan, agar kondisi ini tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk menaikkan harga secara sepihak demi mencegah terjadinya inflasi.
“Satgas pangan bisa lebih aktif untuk kontrol harga biar tidak terjadi inflasi, karena keberadaan SPHP sebelumnya sangat berpengaruh terhadap inflasi,” tambahnya.
Dengan dihentikan sementara penyaluran beras bersubsidi SPHP, maka kini Perum Bulog Tual hanya berkonsentrasi menyalurkan beras jenis medium dan premium dengan ketentuan harga yang masih mengacu kepada harga eceran tertinggi (HET).
Dirinya berharap masa penghentian sementara penyaluran beras SPHP ini tidak berlangsung lama sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan beras di kedua wilayah ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....