Momen Idul Fitri Pertebal Budaya Ain Ni Ain yang Moderat

  • 21 Mar 2026 10:57 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Anggota Komisi VIII DPR RI, Fraksi Gerindra F. Alimudin Kolatlena usai Sholat Ied di Masjid Al- Hurriyyah 45 Kota Tual dalam Perayaan Idul Fitri 1447 H, menyatakan, alasan dirinya memilih Kota Tual dan Maluku Tenggara sebagai tempat untuk Mudik Lebaran dan melaksanakan Sholat Ied bersama dengan masyarakat, Sabtu (21/3/2026).

“Saya disini karena Saya juga bagian dari anak Kota Tual dan Maluku Tenggara Saya besar disini, bersekolah disini, dan tinggal lama disini. Dan istri saya juga berasal dari Maluku Tenggara. Sehingga saya merasa bahwa Kota Tual ini adalah kampung saya,”, ucapnya.

Kolatlena menekankan, intinya di momentum Idul Fitri setelah menjalankan bulan puasa sebulan penuh di bulan Ramadan, yakni mengejar ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan mengerjakan semua yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

“Saya tadi malam ikut juga dalam jalan Pawai Obor, bersama dengan Pemerintah Kota Tual, bersama dengan Remaja Masjid Agung dan masyarakat Muslim Kota Tual. Saya tadi malam bersama juga dengan Masyarakatnya. Ini kolaborasi atau Tolerasinya sangat Luar biasa,”ujar Kolatlena.

Dikatakan, Falsafah kekeluargaan lewat Ain ni Ain menjadikan satu keluarga dan diharapkan tetap dijaga kerukunan terus dipupuk secara terus menerus bukan hanya pada Idul Fitri maupun Natal dan Tahun Baru, namun dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial kemasyarakat.

“Besar harapan saya semoga kita semua bersama-sama bisa mendukung Pemerintah kita, Pemerintah Kota Tual dan juga Maluku Tenggara untuk bisa membangun Kota Tual ini menuju Kota Maryadat seperti visi dan misi dan harapan kita semua”, ajak Kolatlena.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat tergantung pada dukungan dan partisipasi masyarakat yang tinggi, juga menjaga toleransi antar umat beragama serta stabilitas kemanan yang kondusif guna mendukung Pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah.

Kolatlona menilai , falsafah perekat kekeluargaan yang kuat, dan upaya Kota Tual guna menjadi Kota Religi merupakan tujuan dan cita-cita Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat.

“Saya sebagai anggota DPR RI Komisi 8, kita memang aktif dan intens berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Tual. Kebetulan karena pak wali kotanya sendiri adalah sahabat kita, kemudian pak wakil wali kota adalah teman kita dan sekaligus saudara kita, dan karena itu kita sangat enjoy, kita menikmati komunikasi dan saya memberikan apresiasi yang tinggi,”tegasnya.

Lebih lanjut Kolatlena menggambarkan, Selaku Wakil Rakyat Dapil Maluku yang berada di Komisi VIII , terus berusaha untuk mewujudkan visi pemerintah Republik Indonesia melalui kementerian agama dengan moderasi beragama.

“Jadi moderasi beragama itu kita tidak hanya sebatas mengetahui agama kita secara ke dalam, tetapi secara teks saja, tetapi juga bisa kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. bukan hanya internal agama kita saja, tetapi juga kita menyadari bahwa di luar agama kita juga ada tumbuh berkembang agama-agama lain”, tuturnya.

Kolatlena minta hal ini harus menjadi Rahmatan Lil Alamin terhadap sesama dan tidak hanya hubungan Manusia dengan Allah saja, secara vertikal, namun juga hubungan horizontal terhadap sesama manusia dan alam.

“Sebagai anggota Komisi 8 yang bermitra dengan Kementerian Agama, tentu kita berkolaborasi dengan pemerintah Kota Tual untuk membangun Kota Tual, terutama menyongsong Kota Tual yang religi dan Maryadat”, tambahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....