Tokoh Agama Imbau Umat Islam Muhasabah Diri di Akhir Ramadhan
- 11 Mar 2026 19:49 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Tokoh agama Kota Tual, Al-Ustadz Arifin Difinubun, menghimbau umat Islam untuk memaknai puasa sebagai bulan muhasabah diri. Hal ini disampaikan dalam kesempatan kegiatan tausiah Ramadhan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tual belum lama ini. Menurutnya, hal ini penting disampaikan mengingat memasuki sepuluh hari terakhir biasanya banyak yang mulai berkonsentrasi menyiapkan keperluan Hari Raya Idul Fitri sehingga kualitas ibadahnya mulai menurun.
Ustadz Arifin menegaskan, semestinya dalam sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan, umat Islam lebih banyak merenung dan bermuhasabah, baik di rumah maupun di masjid, dengan memperbanyak sholat, membaca Al-Quran, berzikir, dan bersodaqoh.
Dengan menjalani rangkaian ibadah puasa secara baik dan tuntas, maka akan berdampak terhadap kualitas spiritual. Menurutnya, mereka yang dipertemukan dengan bulan Ramadhan, tergolong sebagai kaum yang beruntung karena diberikan kesempatan secara khusus oleh Allah SWT untuk memperbaiki diri setelah sebelas bulan lamanya bergelimang dengan kealpaan dan kekhilafan.
“Ibadah puasa ini akan meningkatkan kualitas spiritual kita, iman dan taqwa kita, dua belas bulan dalam siklus perjalanan satu tahun, Allah memberikan khusus satu bulan itu, menguji khususnya umat Islam, siapa yang bisa meningkatkan kualitas ketaqwaannya kepada Allah melalui ibadah puasa,” kata Ustadz Arifin.
Ustadz Arifin menambahkan, pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah, Kota Tual banyak dihadapkan dengan berbagai persoalan termasuk persoalan kamtibmas. Melalui peristiwa-peristiwa tersebut, ia berharap semua pihak dapat mengambil hikmah dan bertaubat untuk tidak mengulanginya karena sesungguhnya setiap tindakan dan perbuatan yang terjadi telah mencederai mulianya bulan Ramadhan.
Ia mengajak semua pihak untuk kembali saling memaafkan dan melupakan semua persoalan serta meneguhkan iman, serta meningkatkan nilai kesabaran agar tidak terprofokasi dan terhasut, demi terciptanya kehidupan yang rukun, damai, dan relijius.