AMM Menyambut Awal Ramadhan dengan Tarawe Perdana
- 18 Feb 2026 12:13 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Tarawih perdana di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi penanda khidmat dimulainya Ramadhan 1447 H, menyusul penetapan 1 Ramadhan bertepatan dengan 18 Februari 2026. Penetapan tersebut mengikuti Putusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang berlandaskan metode hisab hakiki wujudul hilal, sebuah manhaj ijtihad yang telah lama menjadi pedoman resmi Persyarikatan. Dengan kepastian kalender yang terukur dan argumentasi ilmiah yang kokoh, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya pada Islam berkemajuan—mengintegrasikan nalar, dalil, dan sains dalam satu tarikan nafas ibadah.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Maluku Tenggara. Bahar Kubangun yang ikut melaksanakan malam tarawih perdana di Masjid Muhammadiyah At Tanwir Jakarta.
Di Masjid At-Tanwir, suasana malam pertama Ramadhan terasa syahdu namun penuh energi ruhani. Warga dan kader Angkatan Muda Muhammadiyah memenuhi saf-saf salat dengan wajah-wajah yang memancarkan optimisme. Tak sekadar menjalankan rutinitas tahunan, mereka hadir dengan kesadaran ideologis bahwa setiap rakaat adalah pernyataan komitmen: membangun peradaban melalui ketakwaan, memadukan spiritualitas dan gerakan sosial, serta menjadikan Ramadhan sebagai madrasah pembentuk karakter umat.

Gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal yang terus didorong Muhammadiyah turut menjadi refleksi penting pada malam itu. Penetapan berbasis peta global dan perhitungan astronomis bukan hanya soal tanggal, tetapi tentang visi persatuan umat lintas batas geografis. Muhammadiyah memandang bahwa kepastian waktu ibadah adalah bagian dari kemajuan peradaban Islam—menghadirkan kepastian, mengurangi perbedaan yang tak perlu, dan membuka ruang kolaborasi global dalam bingkai ukhuwah.
Tarawih perdana itu pun menjelma momentum konsolidasi ruh dan gerakan. Dari Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, gema ayat-ayat suci mengalir sebagai energi transformasi—menguatkan kader muda agar tidak sekadar menjadi pewaris sejarah, tetapi pelanjut risalah tajdid. Ramadhan yang dimulai pada 18 Februari 2026 ini disambut dengan tekad: menjadikan masjid sebagai pusat pencerahan, dakwah sebagai jalan peradaban, dan persatuan sebagai fondasi Indonesia yang berkemajuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....