Pemerintah Tidak Beri Patokan pada Harga Daging

  • 16 Feb 2026 20:56 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID - Tual, Salah satu pedagang daging, Moisanusi Tukloy kepada rri.co.id (16/02/2026) mengatakan jadwal pemotongan daging tergantung pada pasokan dan permintaan daging sapi di kota Tual. Saat tidak ada maka daging tegolong mahal, namun ketika ramai pedagang daging hargapun bervariasi.

Ia menyampaikan bahwa tidak adanya ketentuan harga jual resmi dari pemerintah menjadi salah satu faktor utama perbedaan harga di pasaran. Akibatnya, harga daging di pasar, toko, maupun lapak pribadi memiliki variasi yang cukup beragam.

Tukloy juga menyampaikan bahwa dirinya sempat menaikkan harga daging hingga Rp 160.000,- per kilogram. Namun, ia kemudian menurunkan kembali harga tersebut menjadi Rp 150.000,- per kilogram agar tetap menarik bagi pembeli.

"kalo yang sekarang ini harga daging meningkat karna keadaan, kemarin katong kasih harga 160 tapi sekarang 150 , utuk harga tidak menentu karna pemerintah daerah tidak bikin patokan harga pasar untuk daging. jadi katong jualan itu tidak dipasar pindah-pindah tidak menetap begitu", kata Tukloy.

Menurut Tukloy, kebijakan harga yang fleksibel dilakukan untuk menyesuaikan kondisi pasar dan daya beli masyarakat. Ia juga menilai bahwa strategi penyesuaian harga dapat membantu menjaga kestabilan penjualan.

Tukloy menambahkan bahwa beberapa pedagang lain bahkan menjual daging hingga mencapai Rp 170.000,- per kilogram. Hal tersebut terjadi karena pemerintah tidak menentukan harga pasar daging secara resmi bagi para pedagang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....