3 Amalan yang Dianjurkan dalam Menyongsong Ramadhan
- 14 Feb 2026 14:10 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Ramadhan sudah semakin dekat. Hal ini berarti umat Muslim akan kembali menyambut bulan yang sarat dengan keberkahan, ampunan, pahala, serta berbagai nilai kebaikan lainnya.
Bulan suci Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, melainkan juga menjadi momen penting untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga, kehadirannya layak disambut dengan penuh kegembiraan serta kesiapan spiritual yang optimal. Dalam salah satu redaksi hadis disebutkan:
أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ الله عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أبْوَابُ الجَنَّةِ وتُغْلَقُ فِيْهِ أبوَابُ الجَحِيْمِ وتُغَلُّ فِيْهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِيْنِ وَفِيْهِ لَيْلَةٌ هِيَ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Hadis di atas menunjukkan betapa mulianya bulan Ramadhan. Karenanya, para ulama dan generasi salaf tidak menunggu hingga bulan tersebut datang, melainkan sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari sebelumnya.
Setidaknya ada tiga amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan sebagai berikut:
| Baca juga: Rumaf Lepas Peserta Pawai Tahrib Kota Tual |
1. Memanjatkan doa agar dipertemukan dengan Ramadhan
Salah satu kebiasaan para ulama terdahulu adalah memperbanyak doa menjelang tibanya Ramadhan. Mereka memohon kepada Allah agar diberi kesempatan hidup hingga dapat bertemu dengan bulan suci, dimudahkan dalam menjalankan ibadah, serta diterima segala amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya. Di antara doa yang masyhur dibaca oleh Rasulullah SAW pada bulan Sya’ban adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami kepada Ramadhan.” (HR al-Baihaqi)
Doa ini berisi harapan agar Allah SWT mencurahkan keberkahan pada bulan-bulan sebelum Ramadhan, sekaligus memberikan kesempatan untuk menikmati keutamaan bulan suci tersebut.
Doa-doa tersebut menumbuhkan kesadaran bahwa kesempatan berjumpa dengan bulan suci Ramadhan merupakan anugerah yang sangat agung, lebih dari sekadar rutinitas yang datang setiap tahun.
2. Memperbanyak istighfar dan bertaubat
Selain berdoa, amalan penting lainnya ialah memperbanyak istighfar serta memperbarui taubat. Ramadhan merupakan bulan penyucian jiwa, sehingga menyambutnya dengan hati yang bersih akan membuat ibadah terasa lebih ringan dan penuh kekhusyukan.
Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki (wafat 1425 H) menjelaskan bahwa istighfar termasuk dzikir yang paling utama, terutama pada waktu-waktu yang mulia seperti bulan Sya’ban dan menjelang Ramadhan. Beliau menyebutkan:
الِاسْتِغْفَارُ مِنْ أَعْظَمِ وَأَوْلَى مَا يَنْبَغِي عَلَى الْمُسْلِمِ الْحَرِيصِ أَنْ يَشْتَغِلَ بِهِ فِي الْأَزْمِنَةِ الْفَاضِلَةِ، الَّتِي مِنْهَا شَعْبَانُ... وَفِيهِ تَكْفِيرٌ لِلذُّنُوبِ
“Istighfar termasuk amalan yang paling agung dan paling utama untuk dilakukan seorang muslim yang bersungguh-sungguh, terutama pada waktu-waktu utama, di antaranya bulan Sya’ban. Di dalamnya terdapat penghapusan dosa.” (Madza fi Sya’ban [Surabaya: Haiah as-Shafwah al-Malikiyyah], h. 57)
Dengan memperbanyak bacaan istighfar, seorang Muslim dapat menyucikan diri dari dosa-dosa yang berpotensi menghambat turunnya keberkahan Ramadhan.
3. Membiasakan puasa sunnah
Amalan selanjutnya adalah menjalankan puasa sunnah, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa melakukannya, seperti puasa Senin-Kamis, atau puasa Daud.
Puasa di bulan Sya’ban ini menjadi sarana latihan, baik secara fisik maupun spiritual, sebelum memasuki Ramadhan. Imam az-Zarqani menjelaskan bahwa puasa di bulan Sya’ban berfungsi sebagai persiapan agar seseorang tidak merasa berat saat memasuki Ramadhan.
Selain itu, melalui latihan tersebut, tubuh dan jiwa menjadi lebih siap menjalani puasa selama sebulan penuh, sehingga ibadah di bulan Ramadhan dapat dilaksanakan secara optimal.
Walhasil, tiga amalan tersebut, mulai dari memperbanyak doa, istighfar, hingga puasa sunnah merupakan bentuk persiapan yang diajarkan para ulama dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.
Oleh karena itu, bagi seorang Muslim, menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kesiapan dan kesungguhan merupakan wujud rasa syukur atas nikmat usia dan kesempatan yang Allah berikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....