Ketua MUI Malra: Kencangkan Ikat Pinggang pada 10 Hari Terakhir Ramadan

  • 23 Mar 2025 21:45 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Rasulullah yang dijamin surganya, dan terjaga dari perbuatan dosa, masih semangat menjalankan ibadah dan bertaqarrub kepada Allah SWT lebih-lebih sepuluh hari terakhir Ramadan. Demikian sepenggal ceramah yang disampaikan Imam Besar Mesjid Agung Raudah Kabupaten Maluku Tenggara pada sebelum dilaksanakan sholat Tarawih dan witir.

Mendekati akhir-akhir Bulan Ramadan,, melihat Rasulullah dalam ibadahnya, maka sebagai umatnya juga harus demikian. Selain itu, menjalankan perintah ibadah merupakan bagian dari bentuk kesyukuran seorang hamba kepada Tuhan Penciptanya.

Imam besar yang juga ketua MUI maluku Tenggara berpesan agar ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan harus digas pol – jangan kasih kendor. Pada sepuluh hari terakhir Bulan Ramadan, khususnya di hari-hari ganjil, Rasulullah memerintahkan kepada umatnya untuk mengencangkan ikat pinggangnya.

“Pada kesempatan kali ini saya mengajak kita semua untuk bersyukur dalam arti yang sebenar-benarnya, menyadarinya, merenungkannya, mengakuinya, melafalkan dan yang terpenting adalah mengamalkannya sebagaimana nabi.” Ungkap ketua MUI, Drs.H.M.Zein Matdoan.

Dalam membangkitkan rasa syukur dapat dilakukan melalui banyak cara, seperti mengunjungi atau menjenguk orang sakit, berjalan kaki menuju masjid untuk sholat berjama’ah atau kegiatan-kegiatan positif lainnya, serta bersedekah.

Terkait dengan sedekah, dijelaskan Matdoan harus dengan yang terbaik. Sedekah dengan kepemilikannya yang terbaik merupakan bagian untuk menyempurnakan ibadah. Dia mewanti-wanti jangan sampai menyesal ketika sudah meninggal, karena tidak bersedekah.

Melihat isi kotak amal yang kebanyakan diisi uang dua ribuan, Matdoan mendorong supaya sedekah, infak dan zakat untuk lebih digiatkan. Ia menegaskan, bahwa tidak ada seorang muslim yang jatuh miskin karena dirinya bersedekah.

“Tidak ada orang yang miskin karena bersedekah. Sedekah juga tidak hanya berbentuk uang, membersihkan masjid, tersenyum, menyingkirkan duri di jalanan, kerja dan menjaga kedamaian pada lingkungan tempat tinggal juga adalah sedekah.” Katanya.

Kembali Ketua MUI mengingatkan, pada sepuluh hari terakhir Ramadan untuk mengencangkan ikat pinggang dan gas pol dalam beribadah, baik itu ibadah wajib maupun sunnah. “Karena itu Mari kita jaga konsistensi kita, mari jaga keteguhan kita, mari kita gas pol sampai finis akhir Ramadan,” tandasnya.

sebelum mengakhiri ceramah singkat itu imam besar masjid agung raudah kabupaten Maluku Tenggara mengingatkan juga berpesan, semua warga yang berada di maluku Tenggara adalah bersaudarah, jangan ada pertikaian, orang tua harus mengontrol aktifitas anak-anak, dan fangnanan, ain ni ain sebagai falsafa orang kei harus terus terpatri dalam hati, jiwa dan pikiran semua orang kei.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....