Sucikan Hati Sambut Bulan Ramadhan
- 28 Feb 2025 22:07 WIB
- Tual
KBRN, Langgur : Bulan suci Ramadhan 1446 H/ 2025 sudah di depan mata. Ustadz Bachtiar Nasir mengingatkan masyarakat Islam Indonesia agar mempersiapkan diri memasuki Ramadhan dengan menyucikan hati.
Menurut Bachtiar, Ramadhan memiliki ruang waktu yang suci dan hanya bisa dinikmati oleh mereka yang sudah menyucikan jiwa dan hartanya. "Untuk itu, segera sucikan jiwa dari segala kemunafikan dan kefasikan kemusyrikan, terutama penghambaan terhadap materi dan kekuasaan," kata Bachtiar.
Begitu juga hal buruk yang sering menjadi kebiasaan, seperti terlambat mengerjakan shalat, malas membaca Alquran, dan pelit bersedekah. Kebiasaan-kebiasaan itu perlu dihindari mulai dari sekarang.
Secara mental, Bachtiar mengatakan, umat Islam harus berbahagia menyambut bulan suci Ramadhan. Menurut dia, orang-orang yang secara mental berbahagia menyambut Ramadhan akan berpengaruh kepada fisik yang kuat. "Sehingga, mereka tidak akan merasa berat melakukan aktivitas selama Ramadhan," ujarnya.
Sedangkan, Ustaz Bendri Jaisyurrahman dari Ar-Rahman Qur'anic Learning (AQL) memgimbau kepada seluruh umat Islam agar mempersiapkan diri, tidak hanya lahiriah, tetapi juga rohaniah. Ini karena Ramadhan merupakan bulan penuh kemuliaan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. "Jangan sampai, kita gagal untuk meraih ridha dan kasih sayang Allah SWT," kata Bendri.
Secara rohaniah, Bendri mengatakan, umat Islam harus memperkuat tingkat ketaatannya kepada Allah SWT selama Ramadhan melebihi ketaatan di bulan-bulan sebelumnya. Untuk mencapai ketaatan tersebut, harus dengan meminta pertolongan Allah SWT.
Salah satunya, dengan memperbanyak doa dan istighfar agar hatinya bersih. Orang-orang yang tidak bisa membersihkan hatinya maka tidak ada perbedaan memasuki Ramadhan dengan bulan-bulan lain.
Selain persiapan rohaniah, umat Islam juga diminta mempersiapkan manajemen waktu. Jangan sampai, waktu yang seharusnya untuk fokus beribadah malah justru berantakan karena sibuk dengan urusan duniawi, seperti lembur pekerjaan.
Menurut Bendri, sangat rugi mereka yang menghabiskan waktu malamnya pada Ramadhan untuk urusan duniawi. Sebab, malam-malam Ramadhan merupakan malam yang baik untuk beribadah.
"Urusan pekerjaan sebaiknya diselesaikan sebelum memasuki Ramadhan. Di bulan Ramadhan ini, sebisa mungkin mengurangi aktivitas berbau duniawi, terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan," jelas Bendri.
Mempersiapkan kondisi keluarga menjadi salah satu agenda penting yang harus dilakukan menjelang Ramadhan. Masing-masing anggota keluarga harus saling mendukung dalam mencapai kasih sayang dan ridha Allah di bulan Ramadhan.
Sementara, bagi yang memiliki anak usia dini, menurut Bendri, bulan Ramadhan adalah momen yang tepat untuk mengajarkan ibadah puasa. Anak-anak harus disosialisasikan sejak jauh hari agar dapat beradaptasi dengan kondisi puasa. Ini penting karena puasa dapat melatih anak menahan hawa nafsu dan mengendalikan diri.
Selain itu, juga dapat menjaga perkataan-perkataan yang bisa membatalkan bulan Ramadhan,termasuk pasangan berlainan jenis yang belum menikah tidak menimbulkan kemaksiatan.
Ia juga mengimbau masyarakat menghormati orang yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan tidak makan dan minum di tempat umum. Perbuatan sikap menghormati itu dapat menciptakan suasana kondusif selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Memasuki Ramadhan, Bendri mengatakan, akan lebih baik untuk mempersiapkan harta. Hal ini perlu juga dilakukan agar selama Ramadhan umat Islam tidak lagi disibukkan dengan kebutuhan duniawi. Umat Islam harus sudah mulai membuat perencanaan anggaran selama Ramadhan. "Ini tujuannya agar ibadah selama Ramadhan bisa dijalankan dengan khusyuk dan maksimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....