Pemda Malra Gelar Nobar 32 Besar Piala Dunia, Polres Malra Dukung Maksimal

  • 27 Jun 2026 12:19 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Jelang acara nonton bareng (nobar) bersama pemerintah daerah maluku tenggara, yang dimulai pada pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026, beberapa perwakilan fans negara peserta piala dunia berkordinasi dengan Polres Maluku Tenggara (Malra), jumat (26/06/2026). Kabag Ops AKP Herman, didampingi Kasat Intelkam AKP Houver Unmehoppa dan Kasat Binmas Ipti Carel Palapessy menerima rombongan, dan membahas terkait mekanisme pelaksanaan nobar dan konvoi nanti.

Menurut Kabag Ops, koordinasi dilakukan mengingat pada event piala dunia 2026 sudah memasuki babak fase gugur, sehingga perlu dilakukan koordinasi antara aparat kepolisian dan masyarakat, agar euforia piala dunia dikelola secara terencana, tidak berubah menjadi gangguan ketertiban. Dengan melibatkan pihak komunitas secara langsung, Polres Malra mengedepankan pendekatan humanis dan kolaboratif, bukan semata penegakan hukum dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah maluku tenggara.

Kabag Ops menambahkan, terkait lokasi nobar agar dipilih yang aman dan telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian baik polres tual maupun polres malra. Selain itu para fans diminya menghindari konsumsi minuman keras dan zat terlarang selama nobar, mengutamakan sikap sportif dalam mendukung tim favorit masing-masing, saling menghormati sesama penonton meskipun berbeda pilihan tim yang didukung. Selain itu para ketua fans diminta untuk mengkordinir peserta nobar untuk mematuhi batas waktu kegiatan yang telah disepakati agar tidak mengganggu ketenangan warga sekitar, melaksanakan konvoi hanya pada rute yang telah disepakati bersama pihak kepolisian, kemudian para fans bisa berkumpul dan membubarkan diri di titik yang telah ditentukan secara tertib serta tidak ugal-ugalan di jalan.

Warga masyarakat yang ingin ikut nobar dan konvoi pun diminta untuk tidak membawa atribut yang bersifat provokatif atau menimbulkan konflik, menjaga kekompakan dan ketertiban selama konvoi berlangsung dan segera membubarkan diri secara tertib setelah konvoi selesai. Sementara untuk kordinator dan ketua komunitas fans, Kabag Ops meminta agar bisa bertanggung jawab penuh atas anggota komunitas masing-masing, serta aktif berkomunikasi dengan petugas kepolisian, dan segera laporkan kepada petugas, apabila terjadi hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Para kordinator dan ketua fans diminta memahami dan mematuhi mekanisme yang telah di sepakati, saling menghargai sesama pengguna jalan, seluruh peserta pawai dihimbau untuk senantiasa menjaga sikap saling menghargai terhadap pengguna jalan lainnya, demi ketertiban dan kenyamanan Bersama. Kabag Ops juga menegaskan, perlu menjadi perhatian bersama bahwa telah terjadi beberapa kejadian yang tidak diinginkan di wilayah watdek dan ohoijang.

“Sudah ada beberapa kejadian yang tidak di inginkan di watdek dan ohoijang, hal ini menjadi pengingat agar kita semua lebih berhati-hati dan tertib dalam pelaksanaan pawai. Setiap koordinator tolong fokus pada satu titik yang telah ditentukan. Koordinator juga harus aktif memberikan masukan dan arahan demi kelancaran kegiatan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua fans jerman kepulauan kei, Luther chaky Rahayaan menegaskan, bahwa pawai tidak akan dilaksanakan pada saat jam ibadah berlangsung. Ini adalah bentuk penghargaan kepada seluruh masyarakat yang sedang menjalankan ibadah. Kegiatan ini harus mencerminkan nilai-nilai saling menghormati dan toleransi yang tinggi. Dirinya juga mengusulkan nobar dilaksanakan bersama anggota Polri.

“Kami menyampaikan keinginan untuk dapat menggelar nonton bareng (nobar) bersama pihak kepolisian. Kehadiran dan keterlibatan polri dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi antara masyarakat dan aparat dalam suasana yang positif dan penuh kekeluargaan,” tukas Rahayaan.

Rahayaan juga memohon agar setiap kegiatan yang dilaksanakan, khususnya konvoi, dapat dikawal oleh patwal sebagaimana mestinya. Pengawalan ini demi menjamin keselamatan seluruh peserta sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas dan kenyamanan masyarakat umum. Rahayaan menambahkan, selama berlangsungnya babak 32 besar hingga final, seluruh kegiatan nonton bareng (nobar) akan dipusatkan di gedung serbaguna. Hal ini bertujuan agar kegiatan lebih terorganisir, terpantau, dan dapat dinikmati bersama dalam suasana yang aman, tertib, dan menyenangkan.

Norjen Notanubun, ketua fans brazil kepulauan kei, mengatakan sehubungan dengan terjadinya beberapa insiden yang tidak diinginkan belakangan ini, maka dengan penuh tanggung jawab saya mengambil keputusan untuk mengambil alih kendali pengelolaan kegiatan ini demi keamanan dan ketertiban bersama.

“Kita patut bersyukur bahwa antusiasme fans terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun pertumbuhan ini juga membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi kita semua, terutama dalam hal pengaturan dan pengendalian massa agar tetap tertib dan aman. Kami telah menempatkan koordinator di beberapa pulau sebagai perpanjangan tangan dalam mengatur dan mengarahkan fans di wilayah masing-masing,” tegas Notanubun.

Dirinya berharap para koordinator dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Untuk himbauan mengenai larangan keterlibatan miras telah berulang kali disampaikan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan masih ada yang mengabaikannya. Hal ini tidak bisa terus dibiarkan, disinilah para kordinator memainkan perannya kepada seluruh peserta, keterlibatan miras dalam setiap kegiatan adalah pelanggaran serius.

Notanubun juga menegaskan, deemi keselamatan dan ketertiban seluruh peserta, pihaknya berharap konvoi akan dikawal secara resmi oleh patwal (patroli pengawalan). Seluruh peserta wajib mengikuti arahan pengawalan dan tidak keluar dari jalur yang telah ditentukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....