Piala Dunia Jadi Magnet Persatukan Bangsa

  • 05 Jun 2026 18:31 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pengamat Sepak Bola Nasional, juga Anggota Dewas LPP RRI, M. Kusnaeni menyikapi pesta bola dunia ini menilai, momen ini menjadi magnet bagi olahraga dunia, jika dibandingkan dengan pelaksanaan olimpiade maupun iven olahraga lainnya, Jumat (5/6/2026).

“Ya, Piala dunia itu emang magnet sepak bola dunia, bahkan tidak hanya untuk sepak bola, tapi juga magnet bagi olahraga dunia. Tidak ada event olahraga yang sebesar piala dunia, bahkan Olimpiade. Kalau tahun ini diperkirakan jumlah penonton Piala Dunia itu mencapai 6 miliar orang di seluruh dunia,” tegasnya.

Kusnaeni mengurai, dengan perkiraan penonton yang akan menyaksikan pertandingan yang mengikutkan 48 negara yakni mencapai 6 milyar penonton, kuota tim yang banyak lewat babak penyisihan hingga partai final dilalui dalam 104 pertandingan unggulan dan membutuhkan konsentrasi masing masing pendukung timnya.

“104 Pertandingan, bapak-bapak ibu-ibu harus siap begadang karena banyak pertandingan yang dilakukan pada Pagi hari, tapi kalau disini mungkin lebih nyaman ya, karena mulai pukul 5 atau 6 ya,” katanya.

Kusnaeni lebih jauh mengemukakan, Piala Dunia sepak bola menjadi media untuk mempersatukan dunia, sekalipun dalam keadaan perang, namun negara yang bertikai saling berlaga di kandang tuan rumah yang sementara terjadi ketegangan akibat perang.

“Piala dunia itu bagian dari upaya kita mempersatukan dunia, jadi sepak bola itu salah satu cara yang paling aku untuk mempersatukan dunia. Dalam keadaan Amerika perang melawan Iran, bayangkan Iran main ke Amerika, padahal dua negara lagi perang itu. Itulah sepak bola, mempersatukan,” ujarnya.

Kusnaeni juga mengungkapkan, dalam sebuah pertandingan menjadi iven edukasi terhadap sikap menghargai dan simpati terhadap lawan juga membangun disiplin menghormati pemimpin yang jika diimplementasikan dalam kehidupan antara lain menghormati setiap kebijakan pemerintah.

“Sepak Bola banyak mengajarkan hal-hal yang sulit diajarkan di tempat lain. Soal respect bagaimana pemain menghormati wasit, bagaimana pemain menghormati lawan makin efektif diajarkan,” katanya.

Piala Dunia tambah Kusnaeni, membawa dampak ekonomi lewat aktivitas nonton bersama dan penjualan kostum yang dapat meraup keuntungan dari konsumen dunia, juga tempat usaha dimana konsentrasi masa berkumpul untuk menyaksikan penampilan tim kebanggaannya.

“Sepak bola itu punya nilai ekonomi yang luar biasa. Melalui piala dunia, kehidupan ekonomi bergulir seperti efek bola salju bergulir.Orang tiba-tiba beli jersey baru, bukan cuma saya, ada ribuan bahkan mungkin jutaan orang. Tiba-tiba ekonomi bertumbuh karena nonton bareng di mana-mana,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....