Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan, Babak Baru Vokasi Pertanahan

  • 08 Sep 2026 13:26 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur - Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN sebagai babak baru pendidikan vokasi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).

Prosesi peresmian turut dihadiri Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Jenderal Dalu Agung Darmawan, Kepala BPSDM Agustyarsyah, dan Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian serta penyerahan bendera dari Menteri ATR/Kepala BPN kepada Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN.

Menteri Nusron mengatakan, Politeknik Agraria STPN menjadi satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang secara khusus mengembangkan pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan wisuda perdana 568 Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN.

Nusron menjelaskan, selama puluhan tahun STPN telah melahirkan ribuan tenaga profesional yang mengabdi di Kementerian ATR/BPN maupun berbagai bidang lainnya. Kontribusi tersebut menjadi salah satu alasan penting untuk terus memperkuat kelembagaan dan kualitas pendidikan Politeknik Agraria STPN.

“Proses transformasi yang selama beberapa tahun terakhir kita perjuangkan, saat ini sudah mencapai tahap akhir,” tutur Nusron. Ia menyebut perubahan kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru hingga penyelenggaraan pendidikan telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik.

Saat ini, pembahasan dan penetapan statuta Politeknik Agraria STPN masih berlangsung di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Kementerian ATR/BPN akan terus mengawal proses tersebut hingga selesai.

Sejalan dengan transformasi kelembagaan, tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026 juga telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Menurut Nusron, capaian tersebut menunjukkan komitmen Politeknik Agraria STPN meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman.

“Transformasi ini harus kita lihat sebagai proses untuk membuat pendidikan di Politeknik Agraria STPN semakin relevan dengan kebutuhan lapangan,” ujar Nusron. Ia berharap kurikulum dan sistem pembelajaran terus berkembang secara adaptif serta menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi teknologi, dan solusi bagi persoalan agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Nusron menegaskan, Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad mengatakan, perubahan bentuk kelembagaan dari STPN menjadi Politeknik Agraria STPN merupakan hasil proses dan perjuangan panjang seluruh civitas academica. Transformasi tersebut ditandai dengan pembukaan tiga program studi baru, yakni Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Sri Yanti menyebut pembukaan ketiga program studi tersebut merupakan komitmen Politeknik Agraria STPN memperkuat pengembangan keilmuan dan kompetensi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Ia menilai peresmian yang dirangkaikan dengan wisuda perdana menjadi momentum penting bagi babak baru pendidikan tinggi vokasi sekaligus memperkuat peran Politeknik Agraria STPN dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional.

Dalam kegiatan tersebut, penghargaan juga diberikan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM Heri Mulianto sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, serta Kepala Kanwil BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....