Prabowo: Anak Tak Boleh Belajar dalam Keadaan Lapar

  • 17 Agt 2026 14:22 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pembangunan manusia menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Menurutnya, pembangunan tersebut harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, terutama gizi anak.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menekankan, tidak boleh ada anak Indonesia yang mengikuti proses belajar dalam kondisi lapar. Menurutnya, anak yang lapar akan kesulitan mengikuti pembelajaran dengan baik.

“Pembangunan yang paling menentukan masa depan adalah pembangunan manusia. Kita memulai dari hal yang paling dasar, yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar,” ujar Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden juga menyoroti persoalan stunting yang masih dialami sebagian anak Indonesia. Ia menyebut angka stunting di sejumlah tempat masih mencapai sekitar 25 persen atau satu dari empat anak Indonesia.

Menurut Prabowo, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, otot, dan tulang anak.

“Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu,” tegasnya.

Karena itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG dengan melakukan perbaikan dan efisiensi. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia.

Dalam pidatonya, Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi penyalahgunaan anggaran dalam program pemenuhan gizi anak. Ia mengecam pihak yang berupaya melakukan korupsi terhadap makanan yang diperuntukkan bagi anak-anak.

“Saya menilai, mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati,” tegas Prabowo.

Presiden menegaskan, pemenuhan gizi anak merupakan bagian penting dari upaya membangun kualitas manusia Indonesia. Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan persoalan gizi menghambat tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....