Hidup Melayani Sesama Perlu Dibarengi Kerendahan Hati

  • 04 Apr 2026 05:47 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Vicaris Epyscopal Kevikepan Kei Kecil dan Kota Tual, Juga Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Tual, RP. Frans Lesomar, MSC dalam Kotbahnya pada misa perayaan Kamis Putih di Gereja St. Fransiskus Xaverius Paroki Tual, mengajak seluruh umat untuk memaknai peran kristus sebagai Guru dan Tuhan, Kamis (2/4/2026).

Pastor Lesomar menegaskan, Yesus rela mengerjakan pekerjaan seorang hamba dan kuli membasuh kaki para murid, sekalipun bertentangan dalam kondisi kehidupan, bahwa seorang tuan tidak layak mencuci kaki hambanya.

Dikatakan, moment ini mengharuskan umat yang percaya kepada Yesus Kristus untuk hidup melayani dan berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan, baik lingkup internal dan eksternal Gereja untuk mengamalkan kasih dan pengampunan.

“Kalau kita yang sudah menjadi anak-anak-Nya, kita sudah berani menyebut Yesus sebagai Tuhan kita, Guru kita. Maka tuntutan dari Tuhan Yesus adalah, orang harus berani rendah hati. Setiap orang yang mengaku Yesus sebagai Tuhan-Nya, dia harus mampu mengikuti, mencontohi apa yang dibuat oleh Tuhan dan Guru-Nya,” tegasnya.

Pastor Lesomar mengajak setiap umat, hidup dalam kerendahan hati dan melayani sesama menjalankan hidup sesuai ajaran Tuhan sebagai Guru yang baik, serta melalui perjamuan kudus dengan mempersembahkan tubuh dan darahnya yang ditumpahkan untuk menebus segala dosa manusia.

“Dalam Perayaan ini, kesaksian akan terjadi pengkhianatan oleh Yudas Iskariot dan menjual Yesus dengan 30 Keping Perak, tapi Petrus pergi ke Gerbang Kota Yerusalem, dia Meratapi, dia menyesal, karena dia sudah menyangkal Tuhan dan Guru lalu dia Pulang kembali,” jelasnya.

Pastor Lesomar juga menggambarkan, Murid Yesus yang menjual Yesus yakni Yudas Iskariot setelah menjual Yesus, meninggkan Kota dan membunuh diri, berbeda dengan Petrus yang kembali mengikuti jejak Yesus.

“Saya , bapak ibu, saudara -saudari kita bagian dari Petrus, kita berdosa maka kita pulang, jangan kita berdosa kita hilang jalan, kita menunjukan kesetiaan kepada Tuhan hingga ajal menjemput kita,” tandasnya.

Menutup Kotbahnya, Pastor Lesomar menyatakan, umat harus percaya, akan membersihkan dan menghapus segala dosa dan kelalaian anak - anakNya dan membawa umatnya dalam karya Penebusan untuk memperoleh keselamatan ilahi.

Usai Homili, dilalui Prosesi Pembasuhan Kaki Para Murid, oleh Pastor Lesomar, terhadap Perwakilan 12 Rukun di Paroki Tual diantaranya, Rukun St. Andreas M. Reyaan, Rukun St. Yoseph, Y. Rahailyaan, Rukun Sta. Theresia Kecil, J. Heatubun, Rukun Sta. Ursula, E. Ohoitimur, Rukun St. Fransiskus De Gres, Nining Kudubun, Rukun Sta. Monika, F. Rahail, Rukun St. Yudas Tadeus, A. Rahanubun, Rukun St. Blasius, S. Nustelu, Rukun St. Alfonsa, A. Mehen, Rukun Kuster, S. Ohoilulin, Rukun Ratu Pencinta Damai, R. Rahanubun, Rukun Sta. Maria Pengantara, Wati A.

Sementara itu Koor Penggerak yakni Rukun Sta. Monika dan Rukun St. Yudas Tadeus, dan Pembawa Persembahan adalah Kelompok Apostolat Paroki Tual.

Lektris Sesi Oholulin , Lektor S. Nustelu dan Pemazmur yang membawakan Mazmur dan Bait Pengantar Injil, Stela Rumangun dan Pembaca Doa Umat Vita Takanola.

Selama berlangsungnya perayaan ini, kondisi keamanan kondusif hingga berakhirnya ibadah tanpa kendala berarti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....