Tata Ruang Berbasis Data Cegah Tumpang Tindih Proyek

  • 03 Agt 2025 05:02 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Informasi geospasial yang akurat dan lengkap menjadi fondasi utama dalam merancang pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat, Sabtu (2/8/2025).

Tata ruang berbasis data dipercaya mampu mencegah tumpang tindih proyek dan menghindari pemborosan anggaran.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Informasi Geospasial 2025 yang digelar beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Data geospasial sangat krusial untuk menyusun tata ruang dari darat, laut, udara, hingga bawah permukaan bumi.”, tutur AHY.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh dilakukan secara sektoral atau terpisah-pisah. Dengan tata ruang sebagai panglima, infrastruktur bisa dirancang secara utuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

AHY juga menilai, tambahan anggaran tersebut penting untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal demi akselerasi pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

“Kami berkomitmen mempercepat pembangunan dengan prinsip keberlanjutan, konektivitas, dan keseimbangan wilayah,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....