Polri untuk Masyarakat

  • 30 Jun 2025 21:26 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual: Hari Bhayangkara diperingati setiap tanggal 1 Juli untuk memperingati dibentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Tanggal ini ditetapkan berdasarkan Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946, yang secara resmi memisahkan kepolisian dari Kementerian Dalam Negeri dan menjadikannya lembaga yang berdiri sendiri di bawah Perdana Menteri. Sebelum penetapan ini, kepolisian berada di bawah Kementerian Dalam Negeri dan operasionalnya berada di bawah Kejaksaan Agung.

levistoto

Sejarah kepolisian di Indonesia jauh sebelum kemerdekaan. Pada masa penjajahan Belanda, terdapat berbagai jenis kepolisian seperti Veld Politie, Stands Politie, dan lain-lain, dengan struktur dan wewenang yang berbeda-beda. Anggota kepolisian juga terdiri dari orang Belanda dan pribumi Indonesia, namun dengan jenjang karir yang berbeda. Pada masa pendudukan Jepang, struktur kepolisian dirombak kembali dengan pembagian berdasarkan wilayah.

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, Badan Kepolisian Negara (BKN) dibentuk pada 19 Agustus 1945. R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo diangkat sebagai Kepala Kepolisian Negara (KKN) pada 29 September 1945. Namun, BKN masih menghadapi kendala operasional dan struktural. Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946 menjadi tonggak penting dalam pembentukan Polri yang modern dan independen.

Hari Bhayangkara bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk refleksi dan introspeksi atas perjalanan dan peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Indonesia. Setiap tahunnya, Polri menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Bhayangkara, termasuk upacara, kegiatan sosial, dan berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Tema peringatan Hari Bhayangkara pun disesuaikan dengan konteks dan tantangan zaman.

Dikutip dari laman resmi Tribrata Polri, pada tahun 2025, tema yang diangkat adalah "Polri untuk Masyarakat". Tema ini menggarisbawahi komitmen Polri untuk selalu hadir mengayomi seluruh masyarakat.

Persiden Prabowo Subianto direncanakan akan langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara .Selain upacara, acara HUT ke 79 Bhayangkara juga akan dimeriahkan dengan parade pasukan dalam jumlah besar serta pameran kendaraan taktis dan berbagai perlengkapan moderen milik polri.

Nama "Bhayangkara" sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "yang melindungi" atau "yang kuat", terinspirasi dari pasukan elit Kerajaan Majapahit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....