Kebijakan Trump Picu Perang Dagang dan Disrupsi Ekonomi Dunia

  • 17 Mar 2025 19:43 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Menteri Keungan, Sri Mulyani Indrwati, bersama jajaran bertemu lebih dari 60 analis ekonomi untuk membahas APBN terkini, Senin (17/3/2025).

Dikatakan, APBN dipaparkan secara holistik mengenai fundamental perekonomian nasional dan global serta implikasinya terhadap kinerja APBN.

Indonesia turut terdampak oleh kebijakan Trump 2.0 yang memicu perang dagang dan disrupsi perekonomian dunia, ujar Sri Mulyani.

Meski demikian, Indonesia tetap berhasil mempertahankan momentum perekonomian dengan pertumbuhan stabil di atas 5%.

Pemerintah terus memberikan stimulus yang dibutuhkan untuk mendorong daya beli masyarakat dan menjaga kestabilan rantai pasok, khususnya selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pemerintah akan senantiasa hadir dan berkomitmen untuk mendorong APBN bermanfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat.

Sri Mulyani mengemukakan bahwa tatanan ekonomi dunia saat ini telah berubah. Kondisi ini disebut sebagai The New Economic Order.

Tatanan baru ekonomi ini merupakan tatanan ekonomi global yang tidak lagi mengikuti pakem ekonomi 50 tahun atau 60 tahun lalu. Dahulu, globalisasi dan global rule base menjadi sandaran.

Ini menjadi fondasi dalam interaksi antar negara setelah Perang Dunia Kedua. Saat itu, semua negara sepakat bikin rule order dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia.

Tatanan ini berubah sejak Donald Trump memimpin pemerintahan AS untuk periode kedua.

"Semenjak munculnya Trump 2.0 unilateralism atau aksi sepihak dari satu negara yang merupakan negara terbesar di dunia jadi dominan, jadi the rule of the game ya tadinya multilateral jadi unilateral," kata Sri Mulyani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....