SPPG Ohoijang Watdek Optimalkan Menu Lokal Bergizi

  • 28 Jan 2026 16:05 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ohoijang Watdek, Imelda Iin Rahae, mengatakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai menerapkan menu lokal untuk peserta didik dan kelompok rentan gizi. Menu ini terdiri dari ikan, petatas, sayur jantung pisang, tahu, dan semangka, disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku di pasar lokal, Rabu (28/1/2026).

“Untuk saat ini saya jalan dengan menu lokal, Pak, karena aturan Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan pemanfaatan pangan lokal agar keberlanjutan program dapat terjaga,” ujar Imelda.

Imelda menekankan, penggunaan bahan pangan lokal bukan sekadar memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menstimulus ekonomi lokal. Program ini memberikan manfaat langsung kepada petani, nelayan, dan pedagang sayur-mayur di Kabupaten Maluku Tenggara, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kedepannya menu kering akan dimanfaatkan, seperti enbal bunga atau enbal kacang, agar dampak program ini tidak hanya untuk peserta, tapi juga terasa bagi petani dan pelaku usaha lokal,” kata Imelda.

Ia menambahkan, pelaksanaan menu lokal di SPPG Ohoijang Watdek dijadwalkan rutin seminggu sekali untuk menyesuaikan ketersediaan bahan baku dan menjaga kualitas gizi. Pendekatan ini juga memerlukan koordinasi intensif dengan pasar, petani, dan pihak pemerintah daerah agar distribusi makanan berjalan lancar.

Tantangan lain, menurut Imelda, adalah memastikan jumlah dapur dan kapasitas SPPG mampu menjangkau seluruh penerima manfaat. Saat ini dapur SPPG Ohoijang Watdek melayani 3.128 penerima manfaat dari PAUD, SD, SMP, SMA, serta ibu hamil dan menyusui, sehingga logistik dan stok bahan pangan menjadi perhatian utama.

Program MBG yang mengintegrasikan pangan lokal diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan kualitas gizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di Kabupaten Maluku Tenggara. Imelda menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas instansi, dukungan pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....