Dapur MBG Terbatas, Bahan Pangan Sulit Dijangkau

  • 28 Jan 2026 15:39 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ohoijang Watdek, Imelda Iin Rahae, menjelaskan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga kelompok rentan gizi seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Di Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Kecamatan Kei Kecil, belum seluruh penerima manfaat dapat terlayani karena keterbatasan jumlah dan kapasitas dapur SPPG, Rabu (28/1/2026).

“Dengan penerima manfaat 3.128, kami sangat sulit untuk pengadaan bahan baku, bahkan sampai harus belanja langsung di Pasar Langgur maupun Pasar Tual,” ujar Imelda.

Meski demikian, Imelda menekankan program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas. Selain memberi manfaat gizi bagi penerima, program ini juga menstimulus pendapatan petani dan pelaku usaha lokal.

“Kami terpaksa menjangkau Pasar Tual karena bahan baku lokal, seperti jantung pisang dan sayuran dari petani setempat, sulit diperoleh di Pasar Langgur,” kata Imelda.

Ia menambahkan keterbatasan dapur SPPG menjadi salah satu kendala utama dalam menjangkau seluruh penerima manfaat. Saat ini hanya baru tiga dapur yang aktif, yakni SPPG Ohoijang Watdek, SPPG Wearlilir, dan SPPG Hoatsorbay sehingga sebagian penerima masih belum terlayani.

Pihaknya mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, Ketua Satuan Tugas, dan Koordinator Wilayah dalam pengembangan dapur baru. Pada 2025, tiga dapur telah beroperasi, dan bulan depan direncanakan pembukaan dapur di Pemda dan dapur Glory untuk menambah kapasitas distribusi.

Imelda menegaskan, tanpa langkah tersebut, distribusi MBG untuk ribuan penerima manfaat tidak akan berjalan optimal. Ia berharap pembangunan dapur tambahan dan penguatan koordinasi antarinstansi dapat mengatasi kendala bahan baku lokal secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....