Kenaikan Harga BBM Berdampak Pada Omzet Pedagang Kuliner
- 31 Agt 2026 05:28 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kemarau panjang membuat daya beli masyarakat turun drastis karena harga kebutuhan pokok menjadi sangat mahal sementara penghasilan tetap.
Meskipun ada keluhan dari beberapa penjual di pasar malam Kota Tual mengenai daya beli masyarakat yang menurun disebabkan sejumlah faktor diantaranya, kenaikan harga BBM dan musim kemarau panjang, namun beberapa penjual tetap konsisten tetap bertahan berjualan pada lapak masing-masing ,salah satunya ibu Nur.
Ibu Nur menjual kuliner khas daerah Kei seperti sir-sir, acar, lat(rumput laut), dan beberapa jenis kuliner lain yang diolah dari bahan dasar daun singkong, daun papaya, bunga papaya dan jantung pisang. Selain itu juga terdapat ikan asar dan ikan tepung.
Saat ditemui rri.co.id di lapaknya sabtu ( 29/8/2026) mengatakan, meskipun daya beli masyarakat menurun, dia tetap konsisten buka lapak dagangannya. Diakuinya sejak kenaikan harga BBM non-subsidi barang dagangannya kerap tidak terjual habis karena pembeli sangat minim berkunjung ke lapak pasar malam. Jika dibandingkan sebelum kenaikan BBM dan musim kemarau panjang seperti saat ini, jualannya selalu laris bahkan habis hingga omzet bisa mencapai diatas lima ratus ribu rupiah / hari.
Berjuang mencari rezeki lewat usaha kuliner demi mencukupi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak adalah perjuangan yang sangat mulia. Dedikasi ini menunjukkan rasa tanggung jawab yang luar biasa sebagai orang tua. Hidup dengan mengandalkan pendapatan harian dari berjualan memang penuh tekanan, terutama saat dagangan sedang sepi atau terpaksa harus libur. Kata ibu Nur, ketika jualan berhenti, maka dapur bisa langsung berhenti mengepul.
“Walau jualan seng terlalu laku kayak dulu tapi kami tetap bajual, kalo seng bajual bagini mau bikin apa, semantara katong pung anak-anak sekolah semua, jadi butuh biaya dan setiap hari katong butuh makan minum ." Ujar Ibu Nur
kenaikan harga Pertamax dapat meningkatkan biaya operasional bagi masyarakat dan pelaku usaha yang menggunakan kendaraan berbahan bakar Pertamax. Biaya pengiriman barang, perjalanan dinas, jasa logistik, dan kegiatan usaha yang berpotensi naik. Ketika biaya distribusi barang meningkat, harga kebutuhan sehari-hari juga dapat ikut naik. Kondisi inilah yang dapat mendorong terjadinya inflasi, yaitu kenaikan harga barang dan jasa secara umum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....