Pencegahan IMS Melalui ABCDE
- 26 Agt 2026 12:39 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Poltekkes Kemenkes Maluku terus mematangkan langkah preventif dalam menekan angka perilaku seksual berisiko dan Infeksi Menular Seksual (IMS) serta HIV/AIDS di kalangan remaja dan mahasiswa. Berlokasi di Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) D.3 Keperawatan Tual, tim dosen kini resmi memasuki tahap pemutakhiran dan pasca-produksi (editing) film pendek edukatif berbasis drama role play.
Kegiatan yang didanai oleh Kementerian Kesehatan RI ini mengusung pendekatan holistik yang menggabungkan metode klinis-preventif 'ABCDE' (Abstinence, Be Faithful, Condom, Drugs, Education) dengan penguatan nilai-nilai 'Spiritual Awakening'. Kombinasi dua pendekatan ini dirancang untuk membentengi generasi muda tidak hanya dari segi pengetahuan medis, tetapi juga ketahanan moral dan kesadaran spiritual.
Ketua Tim PPM, Ners Muhammad Amrullah, S.Kep., M.Kep., saat memberikan keterangan di Tual selasa (25/8/2026), mengungkapkan bahwa pembuatan film pendek ini merupakan puncak dari rangkaian intervensi edukasi yang telah melibatkan 100 mahasiswa PSDKU D.3 Keperawatan Tual. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti sesi ceramah interaktif, pelatihan kesadaran spiritual, serta simulasi drama penolakan ajakan seks pra-nikah.
"Saat ini proses pengambilan gambar (shooting) telah selesai dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa keperawatan sebagai pemeran utama. Kegiatan saat ini sudah memasuki tahap akhir pembuatan film pendek, yakni proses editing audio-visual. Film ini mengisahkan realitas dinamika kehidupan mahasiswa di rumah kos serta cara mengambil keputusan yang bijak saat berhadapan dengan tekanan sebaya," ujar Ners Muhammad Amrullah
Ia menambahkan, penggunaan media film pendek dipilih karena memiliki daya tarik visual yang kuat dan sangat dekat dengan keseharian generasi Z. Diharapkan pesan-pesan pencegahan IMS dan pencerahan spiritual dapat tersampaikan secara lebih persuasif dan tidak terkesan menggurui.
Anggota Tim PPM, Ns. Hamdan Hariawan, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa intervensi yang berpusat di PSDKU D.3 Keperawatan Tual ini membawa dampak kuantitatif yang sangat positif. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test yang dilakukan terhadap peserta, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta hingga lebih dari 100 persen.
"Hasil evaluasi menunjukkan adanya lompatan pemahaman yang signifikan. Sebelum kegiatan, rata-rata tingkat pengetahuan mahasiswa berada pada kategori kurang (skor 2,05–2,30), namun setelah mendapatkan edukasi interaktif dan simulasi, skor rata-rata melonjak tajam ke kategori baik sekali (skor 4,50–4,62). Ini membuktikan bahwa metode role play yang divisualisasikan dalam film pendek sangat efektif," jelas Ns. Hamdan.
Sementara itu, Anggota Tim PPM lainnya, Suharni, menyoroti pentingnya keterlibatan institusi mitra. Pelaksanaan kegiatan di PSDKU D.3 Keperawatan Tual mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan Poltekkes Kemenkes Maluku, Direktur Dr. Betty Anthoineta Sahertian, S.Pd., M.Kes., yang menyediakan fasilitas laboratorium, ruang peragaan, hingga legalitas pelaksanaan.
"Dukungan penuh dari PSDKU D.3 Keperawatan Tual memungkinkan kami tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menginisiasi jejaring layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) serta konseling kesehatan reproduksi yang terjamin kerahasiaannya bagi mahasiswa. Selain itu, 15 mahasiswa terpilih akan dikaderkan menjadi 'Agent of Change' atau edukator sebaya di lingkungan kampus," pungkas Suharni.
Setelah tahap editing selesai, film pendek edukatif ini rencananya akan dipublikasikan secara luas melalui kanal media digital dan platform YouTube resmi institusi. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan reproduksi, tidak hanya bagi mahasiswa PSDKU D.3 Keperawatan Tual, tetapi juga bagi masyarakat luas di Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....