Malra Hadapi Era Aging Population, Lansia Berdaya Jadi Kunci Jaga Bonus Demografi
- 28 Jul 2026 16:06 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Maluku Tenggara kini memasuki era aging population atau penuaan penduduk. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya jumlah warga lanjut usia (lansia) yang hampir mencapai 10 persen dari total penduduk.
Fakta tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, dalam kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Langgur, Selasa (28/7/2026).
"Maluku Tenggara sudah masuk ke era aging population, di mana jumlah penduduk lansia kita sudah hampir 10 persen. Jadi kalau kita bertemu dengan seratus orang, sepuluh orang di antaranya adalah lansia," kata Edi.
Menurut Edi, meningkatnya jumlah lansia sebenarnya merupakan kabar baik karena menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang semakin meningkat. Harapan hidup yang lebih panjang menjadi indikator pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terus mengalami kemajuan.
Ketersediaan fasilitas kesehatan yang semakin mudah diakses, termasuk oleh kelompok usia lanjut, turut berkontribusi terhadap meningkatnya angka harapan hidup tersebut. Namun di balik capaian itu, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah dan masyarakat.
Pertambahan jumlah lansia akan menjadi modal pembangunan apabila kelompok usia tersebut tetap sehat, produktif, dan mandiri. Sebaliknya, apabila sebagian besar lansia mengalami ketergantungan tinggi terhadap keluarga, kondisi itu berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.
“Artinya ketika keberadaan lansia ini tidak produktif lagi bahkan tidak mandiri maka akan jadi beban terhadap keluarga yang seharusnya anak-anaknya bisa bekerja harus menjaga oma opanya sehingga bonus demografi kita bisa menjadi terancam,” ujanya.
Untuk menjawab tantangan itu, Kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga, Provinsi Maluku telah mengembangkan Program Sidaya atau Lansia Berdaya. Program tersebut dirancang sebagai ruang pemberdayaan sekaligus wadah interaksi sosial bagi para lansia.
Melalui program ini, para lansia difasilitasi untuk membangun jejaring sosial dengan sesama lansia, mengikuti sekolah lansia, mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta memperoleh pendampingan jangka panjang bagi keluarga yang memiliki anggota lanjut usia.
"Semoga program ini dapat menjaga kualitas hidup lansia sekaligus memastikan mereka tetap aktif dan mandiri. Sehingga meningkatnya jumlah lansia tidak menjadi beban pembangunan, melainkan menjadi sumber daya yang ikut memperkuat kemajuan daerah, ucap Edi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....