Pemkab Malra Optimalkan Penanganan 679 Balita Stunting meski Angka Terus Menurun

  • 18 Jun 2026 15:08 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Angka stunting di Kabupaten Maluku Tenggara kembali menunjukkan tren penurunan dan kini berada di bawah target nasional. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara masih terus mengoptimalkan penanganan terhadap 679 balita yang teridentifikasi mengalami stunting agar penurunan kasus dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun saat kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal di Ohoimel Resort, Ohoililir, Rabu (17/6/2026). Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi masyarakat melalui penguatan kapasitas kader Posyandu dan pemanfaatan pangan lokal.

Dalam sambutannya, Hanubun mengapresiasi kerja keras tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam program penanganan stunting. Kolaborasi berbagai pihak berhasil membawa Maluku Tenggara melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Kita perlu memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh kader-kader yang ada di hadapan saya ini. Hasil yang kita capai hari ini merupakan buah dari kerja keras bersama," kata Hanubun.

Ia menjelaskan berdasarkan data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Daerah (SIGIZIKESDA) per Februari 2026, angka stunting di Kabupaten Maluku Tenggara tercatat sebesar 12,07 persen. Angka tersebut sudah berada di bawah target nasional sebesar 14 persen yang menjadi sasaran pemerintah sejak era Presiden Joko Widodo dan dilanjutkan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Capaian itu kembali membaik setelah data pemutakhiran April 2026 menunjukkan prevalensi stunting turun menjadi 10,31 persen. Penurunan tersebut menunjukkan berbagai intervensi kesehatan dan gizi yang dilakukan pemerintah daerah mulai memberikan hasil yang signifikan.

"Alhamdulillah, berdasarkan updating data terbaru bulan April 2026, angkanya turun lagi menjadi 10,31 persen. Ini pencapaian yang luar biasa karena kita sudah melewati target nasional," ujarnya.

Meski demikian, Hanubun mengingatkan masih terdapat 679 balita stunting dari total 6.586 balita yang tercatat di Kabupaten Maluku Tenggara. Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan, kader Posyandu, PKK, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa untuk bekerja lebih fokus dalam mengidentifikasi dan menangani anak-anak yang masih mengalami stunting.

Ia menegaskan penanganan harus dilakukan berbasis data yang rinci sehingga pemerintah mengetahui secara pasti lokasi keberadaan setiap balita stunting. Pendataan tersebut perlu dilakukan mulai dari tingkat kecamatan, ohoi atau desa, hingga keluarga yang membutuhkan intervensi.

"Yang 679 ini ada di mana saja, kita harus cari. Apakah di Kei Besar, Kei Kecil, Tanimbar Kei, Ur, Warbal atau justru berada di sekitar Langgur. Cari sampai ke ohoi, sampai ke rumah, sampai ke keluarga yang bersangkutan," ucapnya.

Hanubun juga meminta Dinas Kesehatan menerbitkan edaran kepada para camat agar ikut membantu proses pemetaan kasus stunting di wilayah masing-masing. Dengan mengetahui lokasi secara detail, pemerintah dapat menyalurkan bantuan dan program pendampingan secara lebih efektif kepada keluarga yang membutuhkan.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara optimistis angka stunting dapat terus ditekan dalam beberapa tahun ke depan. Sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya generasi Maluku Tenggara yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....