Kemenkes-Unair Dampingi Penyusunan Renja Kesehatan Maluku Tenggara
- 10 Jun 2026 11:06 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Upaya memperkuat kualitas perencanaan pembangunan kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara terus dilakukan melalui program pendampingan dari Kementerian Kesehatan dan Universitas Airlangga. Pendampingan tersebut diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang mampu menjawab tantangan pembangunan kesehatan daerah pada masa mendatang.
Kegiatan Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Tahun 2026 itu dilaksanakan oleh Biro Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Program tersebut dibahas dalam Workshop Analisis Situasi Proses Penyusunan Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara yang berlangsung di Ball Room Aurelia Hotel Kimson Langgur, Selasa (9/6/2026).
Ketua Tim Pendamping, Dr. Setya Haksama, mengatakan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petugas perencanaan daerah dalam menyusun Dokumen Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2027. Kegiatan tersebut akan berlangsung dalam beberapa tahapan hingga proses finalisasi dokumen.
“Nanti pada workshop ini akan ada dua kali workshop. Workshop pertama dilaksanakan tanggal 9 hingga 11 Juni 2026, kemudian workshop kedua direncanakan pada awal Agustus yang lebih difokuskan kepada teman-teman Dinas Kesehatan dan beberapa puskesmas,” kata Setya.
Ia menjelaskan setelah dua tahap workshop selesai dilaksanakan, agenda akan dilanjutkan dengan kegiatan finalisasi dan sosialisasi hasil penyusunan dokumen pada pertengahan September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara akan memaparkan hasil penyusunan rencana kerja yang telah disempurnakan melalui proses pendampingan.
“Nanti pada pertengahan September akan dilakukan finalisasi sekaligus sosialisasi hasil penyusunan dokumen. Pada tahap itu akan disampaikan paparan mengenai hasil perencanaan yang telah disusun bersama,” ujarnya.
Menurut Setya, workshop pertama yang berlangsung selama tiga hari menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat daerah hingga pusat. Materi yang diberikan tidak hanya membahas kondisi pembangunan kesehatan saat ini, tetapi juga arah kebijakan dan tantangan kesehatan di masa depan.
Ia menyebut Wakil Bupati Maluku Tenggara, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappelitbangda, dan Direktur Rumah Sakit menjadi bagian dari narasumber yang akan memberikan materi kepada peserta. Selain itu, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri juga akan berpartisipasi secara daring untuk memberikan pembekalan terkait kebijakan pembangunan kesehatan nasional.
“Dalam tiga hari ini juga akan ada materi dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri yang disampaikan secara online. Materi tersebut terutama terkait perkembangan pembangunan kesehatan saat ini dan tantangan yang akan dihadapi ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, Setya menegaskan seluruh rangkaian pendampingan diarahkan untuk membantu pemerintah daerah menyusun dokumen perencanaan yang lebih berkualitas dan berbasis kebutuhan masyarakat. Dokumen tersebut nantinya diharapkan menjadi pedoman dalam menentukan prioritas program kesehatan yang efektif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat Maluku Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....