Peneliti BRIN Minta Masyarakat Tenang: Hantavirus Belum Ditemukan di Indonesia
- 13 Mei 2026 16:24 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Menanggapi keramaian di media sosial mengenai ancaman Hantavirus, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Peneliti BRIN menegaskan bahwa berdasarkan hasil riset, virus mematikan ini belum ditemukan di Indonesia dan pola penyebarannya berbeda dengan virus pernapasan seperti COVID-19.
Dilansir dari detiknet, Ristiyanto, Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, menjelaskan bahwa Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus liar. Salah satu varian yang paling diwaspadai adalah virus Andes yang ditemukan di Amerika Selatan.
| Baca juga: Menjaga Fokus dengan Secangkir Matcha |
Virus ini dapat memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), sebuah infeksi paru-paru berat. "Gejala awalnya mirip flu biasa seperti demam dan nyeri otot, namun tingkat kematiannya cukup tinggi, berkisar antara 20 hingga 35 persen," ujar Ristiyanto.
Menepis disinformasi yang beredar, peneliti BRIN Arief Mulyono menekankan bahwa Hantavirus tidak menyebar secara bebas melalui udara layaknya influenza atau COVID-19.
- Bukan Penyakit Menular Seksual: Arief membantah rumor yang menyebut virus ini menular melalui hubungan seksual.
- Kontak Erat: Penularan antarmanusia pada kasus virus Andes sangat jarang dan hanya terjadi melalui kontak fisik yang sangat intensif dalam waktu lama.
Meski belum ada laporan kasus di tanah air, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat tingginya populasi tikus di pemukiman. BRIN menyarankan langkah-langkah praktis bagi masyarakat:
- Gunakan Disinfektan: Jangan menyapu kotoran tikus kering secara langsung karena debunya bisa terhirup. Semprotkan disinfektan terlebih dahulu.
- Proteksi Diri: Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area lembap seperti gudang atau loteng.
- Sanitasi Pangan: Simpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat untuk memutus akses tikus.
Pemerintah melalui BRIN terus memperkuat surveilans dan pendekatan One Health untuk mencegah masuknya penyakit zoonosis ke Indonesia, sembari meminta masyarakat tetap mengedepankan pola hidup bersih dan sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....