Mega Samiun: MP-ASI Kerang Jadi Harapan Baru Tekan Stunting di Ohoi Dunwahan

  • 27 Apr 2026 12:49 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Inovasi produk makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbasis kerang laut mulai dikembangkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting di wilayah pesisir Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Program ini diinisiasi melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Maluku Program Studi Keperawatan Tual dengan melibatkan kader posyandu setempat.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader dan masyarakat dalam mengolah sumber daya pangan lokal menjadi menu bergizi bagi anak stunting. Salah satu peserta, kader Posyandu Mega Samiun, mengaku pelatihan pengolahan kerang ini merupakan pengalaman pertama yang memberikan wawasan baru dalam penyediaan makanan tambahan bagi balita.

“Ini yang pertama kali kami ikut pengolahan kerang, jadi ada perubahan karena langsung dari kesehatan untuk bantu anak-anak yang tidak tahan atau stunting,” ujar Mega kepada tim RRI, Sabtu (25/4/2026)..

Menurut Mega, inovasi ini membawa perubahan signifikan karena sebelumnya para ibu belum memiliki keterampilan teknis dalam mengolah kerang menjadi MP-ASI yang bernilai gizi tinggi. Kehadiran tenaga pendamping dari Poltekkes Kemenkes Maluku Prodi Keperawatan Tual dinilai mampu mendorong pemanfaatan potensi lokal secara optimal.

Data menunjukkan jumlah anak stunting di Ohoi Dunwahan saat ini mengalami penurunan dari 21 anak menjadi sekitar 17 anak. Selama ini, intervensi yang dilakukan meliputi pemberian makanan tambahan berbahan kelor yang diolah menjadi berbagai menu, serta dukungan asupan susu untuk menunjang pertumbuhan anak.

“Harapannya dengan adanya makanan dari kerang ini bisa menambah asupan gizi dan angka stunting di Ohoi Dunwahan semakin berkurang,” kata Mega.

Untuk selanjutnya, kader Posyandu berkomitmen untuk mengembangkan inovasi produk MP-ASI berbasis kerang laut sebagai bagian dari program penanganan stunting. Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan akan diterapkan secara bertahap di tingkat keluarga guna meningkatkan kualitas gizi anak di wilayah pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....