Pustu Wirin Diminta Tak Sekadar Berdiri, Bupati Tekankan Pelayanan Harus Hidup

  • 21 Apr 2026 10:56 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Keberadaan fasilitas kesehatan di desa tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi harus diikuti pelayanan yang aktif dan berkelanjutan. Penegasan itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, saat meresmikan Puskesmas Pembantu (Pustu) Wirin di Ohoi Wirin, Kecamatan Hoat Sorbay, Senin (20/4/2026).

Hanubun mengingatkan agar Pustu Wirin tidak menjadi bangunan yang hanya dibuka saat ada kunjungan atau kegiatan tertentu, lalu kembali sepi tanpa aktivitas pelayanan. Pustu harus benar-benar hidup dan menjadi tempat masyarakat mendapatkan layanan kesehatan setiap saat dibutuhkan.

“Pustu ini tidak boleh hanya dibuka saat ada kunjungan lalu sepi pelayanannya. Harus hidup, aktif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hanubun.

Ia menegaskan ukuran keberhasilan sebuah fasilitas kesehatan bukan terletak pada kemegahan bangunan, melainkan pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Bangunan yang bagus menjadi tidak berarti jika tidak diiringi pelayanan yang maksimal dan konsisten.

Hanubun juga memberi perhatian khusus kepada Dinas Kesehatan agar memastikan operasional Pustu Wirin berjalan dengan baik dan terstruktur. Ia meminta adanya sistem pelayanan yang jelas, jadwal kehadiran tenaga kesehatan yang disiplin, ketersediaan obat, serta mekanisme rujukan yang cepat ke puskesmas maupun rumah sakit.

“Jangan bangun fasilitas tanpa memastikan operasionalnya. Harus ada jadwal petugas, obat tersedia, dan sistem rujukan yang jelas agar pelayanan tidak terhambat,” katanya.

Selain itu Hanubun menegaskan, kepala puskesmas dan kepala ustu memiliki tanggung jawab sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mengawasi dan membina pelayanan di lapangan. Pengawasan harus dilakukan secara rutin dan terukur, bukan hanya ketika terjadi masalah.

Bupati juga menekankan pentingnya sikap tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat, termasuk dokter, bidan, dan perawat. Ia mengingatkan agar pelayanan dilakukan dengan pendekatan yang ramah, empati, dan penuh kepedulian, karena masyarakat tidak hanya datang untuk berobat tetapi juga mencari rasa aman dan kepastian.

Lebih lanjut, Hanubun meminta pemerintah ohoi dan masyarakat setempat turut menjaga keberlangsungan fasilitas tersebut. Lingkungan sekitar pustu harus aman, tidak boleh menjadi tempat aktivitas negatif seperti mabuk-mabukan, karena hal itu dapat merusak citra pelayanan kesehatan dan mengganggu tenaga medis yang bertugas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....