Bupati Malra Ungkap Kekurangan Dokter, Tekankan Perlindungan Tenaga Kesehatan

  • 21 Apr 2026 10:29 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Keterbatasan tenaga kesehatan, khususnya dokter umum, masih menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara. Hal ini disampaikan Bupati Muhammad Thaher Hanubun, saat meresmikan Puskesmas Pembantu (Pustu) Ohoi Wirin, Kecamatan Hoat Sorbay, Senin (20/4/2026).

Dalam sambutannya, Hanubun menjelaskan jumlah dokter umum yang tersedia saat ini belum mencukupi kebutuhan pelayanan di seluruh wilayah. Dari kebutuhan minimal tujuh dokter umum, Maluku Tenggara baru memiliki empat dokter sehingga masih terdapat kekurangan tiga dokter.

“Dokter umum kita hanya empat orang, padahal kebutuhan minimal tujuh, sehingga masih ada puskesmas yang belum memiliki dokter,” ujar Hanubun.

Menurut Hanubun, pemerintah daerah terus berupaya menambah tenaga dokter melalui berbagai langkah, termasuk mendorong putra-putri daerah yang berprofesi sebagai dokter untuk mengikuti seleksi aparatur sipil negara (ASN). Upaya ini diharapkan dapat mengisi kekosongan tenaga medis, terutama di puskesmas yang belum memiliki dokter.

Selain kekurangan tenaga, Hanubun juga menyoroti faktor keamanan dan kenyamanan tenaga kesehatan di lapangan. Ia mengungkapkan kejadian gangguan terhadap tenaga medis di masa lalu berdampak pada menurunnya minat dokter dari luar daerah untuk bertugas di Maluku Tenggara.

“Kita sudah minta dokter berkali-kali, tetapi ada yang mundur setelah mendengar kondisi di daerah. Karena itu, tenaga kesehatan harus dijaga dan dilindungi,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun saat ini ketersediaan dokter spesialis di Maluku Tenggara sudah mulai terpenuhi, keberadaan dokter umum tetap menjadi kebutuhan mendesak karena berperan langsung dalam pelayanan dasar masyarakat. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus bekerja ekstra untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di seluruh wilayah.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar turut menjaga tenaga kesehatan, termasuk dokter perempuan yang bertugas di lapangan, agar merasa aman dan nyaman. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kunci agar tenaga medis betah bekerja dan pelayanan kesehatan dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....