Inovasi Produk MP-ASI Berbasis Kerang Laut untuk Anak Stunting

  • 20 Apr 2026 10:13 WIB
  •  Tual
Poin Utama
  • tingginya prevalensi stunting pada anak usia di bawah lima tahun

RRI.CO.ID, Langgur - Ohoi Dunwahan merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Wilayah ini terletak di pesisir Pulau Kei Kecil dan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan tradisional dengan penghasilan tidak tetap.

Infrastruktur di Ohoi Dunwahan termasuk kategori sedang, namun masih banyak keterbatasan pada aspek layanan dasar seperti air bersih, sanitasi, dan fasilitas kesehatan. Jarak tempuh ke puskesmas terdekat berkisar 7 kilometer dengan kondisi jalan yang belum sepenuhnya beraspal, sehingga menyulitkan akses layanan kesehatan rutin, khususnya untuk ibu dan anak .

Muhammad Amrullah, adalah angota observer pada kegiatan saat dikonfirmasi senin (20/4/2026) menjelaskan,salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat ohoi Dunwahan adalah tingginya prevalensi stunting pada anak usia di bawah lima tahun. Berdasarkan data Puskesmas terdekat tahun 2023, tercatat sebanyak 27,3% balita di wilayah kerja puskesmas tersebut mengalami stunting, yang berarti jauh di atas ambang batas toleransi nasional sebesar 14% sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024.

"Fenomena ini tidak lepas dari faktor kemiskinan struktural, kurangnya edukasi gizi, serta pola asuh dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang belum sesuai standar, ini juga menjadi indikator bahwa terdapat masalah kronis dalam pemenuhan gizi dan perawatan kesehatan anak usia dini ." Jelas Muhammad Amrullah

Hasil observasi langsung dan wawancara dengan kader posyandu dan tokoh masyarakat menunjukkan penyebab utama dari permasalahan tersebut dapat ditelusuri pada kondisi kemiskinan struktural, rendahnya pengetahuan gizi keluarga, serta praktik pemberian MP-ASI yang tidak sesuai standar.

Temuan lapangan melalui wawancara dan observasi menunjukkan bahwa MP-ASI yang diberikan sebagian besar berupa bubur nasi polos atau makanan bertepung lainnya tanpa kandungan protein hewani. Selain itu, ibu-ibu balita di Ohoi Dunwahan masih memiliki pengetahuan yang terbatas terkait kebutuhan zat gizi mikro penting seperti zat besi, zink, dan vitamin A. Harga produk MP-ASI komersial yang relatif mahal serta akses pasar yang terbatas turut memperburuk situasi ini .

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....