Erika: Stunting Bisa Dicegah jika Rutin Diperiksakan sejak dalam Kandungan

  • 16 Apr 2026 18:02 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badannya yang berada di bawah standar kurva pertumbuhan WHO. Kondisi ini terjadi selama 1000 hari pertama kehidupan, dan seringkali mengakibatkan hambatan kognitif dan fisik permanen.

Hal ini disampaikan kader posyandu desa namar, yang khusus menangani stunting, Erika Ohoiwutun. Dikatakan banyak kasus di desa namar tergantung pada faktor keturunan dan keterlambatan sang ibu memeriksa kesehatan. Ini jelas sangat mempengaruhi kondisi kesehatan anak, padahal jika ditangani sejak awal kondisi stunting bisa dihindari.

"Yang ada terjadi di desa kebanyakan dari faktor keturunan, ada yang di mana orang tuanya pendek maka anaknya juga akan terlahir pendek, dan ada beberapa juga kasus itu karena keterlambatan dari ibu sendiri yang mengontrolkan kesehatan, terkadang mereka sudah berusia kehamilan 3 bulan, baru mengikuti pemeriksaan kesehatan, jadi sudah terlambat untuk mendapatkan penanganan awal dari masa awal kehamilan," jelas Erika.

Erika berharap, dengan rutinnya kegiatan posyandu yang diadakan oleh Puskesmas dan poskesdes setempat, para ibu hamil lebih memperhatikan kesehatan ibu dan janin, agar bisa lahir sehat dan berkembang dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....