Panduan Nutrisi Tepat Percepat Pemulihan Bayi saat Diare

  • 16 Mar 2026 18:01 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Masalah pencernaan seperti diare pada bayi seringkali memicu kekhawatiran besar bagi orang tua, terutama terkait asupan nutrisi yang tepat selama masa pemulihan.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa pemilihan makanan yang selektif menjadi kunci utama untuk mencegah dehidrasi sekaligus memulihkan fungsi usus yang sedang terganggu. Langkah awal yang paling krusial adalah memastikan bayi tetap mendapatkan cairan yang cukup guna menggantikan mineral tubuh yang hilang selama fase akut.

Bagi bayi yang masih mengonsumsi ASI, pemberian air susu ibu harus tetap dilanjutkan bahkan ditingkatkan frekuensinya karena kandungan antibodi di dalamnya sangat efektif melawan infeksi penyebab diare.

Sementara itu, untuk bayi yang sudah memasuki fase MPASI, Nutrisionis Ahli Pertama Di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, Meike Ohoilulin, S.Gz Mengatakan, para ahli menyarankan penerapan pola makan yang lembut dan mudah dicerna. Menu sederhana seperti bubur beras halus atau pisang tumbuk sering menjadi rekomendasi utama karena sifatnya yang mampu memadatkan feses tanpa membebani kerja saluran cerna.

Selain tekstur yang lembut, pemilihan jenis buah dan sayuran juga memegang peranan penting dalam proses penyembuhan. Buah apel yang dihaluskan atau wortel rebus yang dilumatkan mengandung pektin dan serat larut yang membantu menyerap kelebihan air di dalam usus.

Sebaliknya, orang tua diimbau untuk sementara waktu menghindari pemberian jus buah yang terlalu manis atau makanan tinggi lemak, karena kandungan gula dan lemak berlebih justru dapat memperburuk kondisi peradangan pada dinding usus bayi.

Pemberian nutrisi ini idealnya dilakukan dalam porsi kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering agar perut bayi tidak merasa kaget atau mual.

Kedisiplinan dalam menjaga kebersihan alat makan dan pemilihan bahan pangan yang segar juga menjadi faktor penentu agar infeksi tidak berulang. Jika kondisi diare tidak kunjung membaik dalam waktu 24 jam atau disertai demam tinggi, orang tua disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis guna mendapatkan penanganan yang lebih spesifik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....