Fungsi Bulu Hidung Pada Sistem Pernapasan Manusia

  • 29 Jan 2025 21:08 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur : Hidung adalah salah satu organ dalam sistem pernapasan manusia, didalam rongga hidung, terdapat bulu-bulu dan lendir. Fungsi bulu hidung adalah membantu mencegah partikel zat berbahaya yang masuk bersama udara yang dihirup.

Pada organ tersebut, tidak hanya terdapat bulu hidung saja, melainkan ada beberapa bagian-bagian yang lainnya. Organ pernapasan ini tidak hanya sebagai tempat keluar masuknya udara saja. Namun, juga berfungsi untuk menghantarkan bau karena memiliki saraf penciuman.

Fungsi Bulu Hidung pada Sistem Pernapasan Manusia

Hidung terdiri atas dua bagian, yaitu hidung bagian dalam dan hidung bagian luar. Salah satu bagian dalam hidung adalah silia atau yang lebih dikenal dengan bulu hidung.

Mengutip dari buku Indra Pembau; Hidung, Indah Slamet Budiarti (2023:20), bulu hidung adalah rambut-rambut halus yang ada pada bagian bawah dari selaput saraf pembau. Adapun fungsi bulu hidung pada sistem pernapasan manusia bisa diketahui sebagai berikut ini.

1. Memberikan Kelembapan pada Udara yang Dihirup

Secara umum, udara yang dihirup oleh manusia melalui beberapa tahapan. Tahapan pertama diawali dengan udara disaring oleh rambut-rambut hidung (silia) dan selaput lendir. Ketika udara masuk ke rongga hidung, rambut hidung dan lendir akan menyediakan panas dan kelembaban. Panas dan kelembapan udara akan diatur dan disesuaikan dengan suhu badan.

Jika bagian dalam hidung pada sistem pernapasan terlalu kering, maka dapat menyebabkan permasalahan pada rongga hidung. Hal ini bisa memicu terjadinya iritasi dan mimisan pada rongga hidung.

2. Sebagai Pelindung Tubuh dari Partikel Zat Berbahaya

Bulu hidung membantu melindungi dan menyaring udara pernapasan yang dihirup dari berbagai benda asing, seperti debu asap kendaraan dan lain sebagainya.

Semakin panjang dan lebat bulu hidung, maka jumlah lendir di dalam hidung akan semakin bertambah. Dengan adanya lendir dalam rongga hidung, partikel zat berbahaya dari udara yang dihirup akan menempel.

Hal ini menjadikan lendir dalam rongga hidung mampu memberikan tambahan perlindungan untuk mencegah zat partikel kecil masuk ke dalam tubuh. Jika partikel-partikel itu berhasil masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan, tubuh akan melakukan reaksi secara alami dengan mengeluarkan bersin.

3. Memudahkan Penguapan Keringat yang Terjadi di Dalam Rongga Hidung

Bulu hidung memiliki serat yang bertujuan untuk menambahkan luas permukaan kulit. Tak hanya itu saja, serat tersebut juga membantu memudahkan keringat untuk melakukan penguapan di dalam rongga hidung. Fungsi bulu hidung sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Dengan adanya bulu dalam rongga hidung, zat-zat yang dapat membahayakan tubuh dapat di saring melalui bulu dan lendir yang berada di dalam rongga hidung.

Jadi, Fungsi bulu hidung pada sistem pernapasan manusia dapat disimpulkan secara ringkas yakni untuk menyaring partikel asing di udara, seperti debu, serbuk sari, dan alergen. Bulu hidung juga membantu menjaga kelembapan udara yang dihirup.

Berikut adalah fungsi bulu hidung pada sistem pernapasan:

Menjaga kesehatan tubuh

Melindungi tubuh dari penyakit

Mengurangi risiko alergi

Mempertahankan kelembapan udara dalam hidung

Membantu mengurangi risiko infeksi seperti flu, pneumonia dan infeksi saluran pernapasan lainnya

Bulu hidung bekerja sebagai filter yang mencegah partikel asing masuk ke paru-paru. Partikel yang terjebak pada lapisan lendir di bulu hidung akan memicu saraf sensorik pada hidung dan memicu gerakan refleks berupa bersin.

Bulu hidung dapat menjaga kesehatan tubuh sekaligus melindungi tubuh. Sebab, bulu hidung bertindak sebagai filter yang mencegah partikel seperti debu, serbuk sari, dan alergen memasuki paru-paru. Ketika partikel memasuki hidung, partikel tersebut akan terjebak pada lapisan tipis lendir yang melapisi bulu hidung.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....