MPLS Ramah Anak Diterapkan SMP Budhi Mulia Langgur
- 29 Jul 2026 11:56 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Ketua Panitia SPMB, SMP Budhi Mulia Langgur, Martha Teriraun, S.Pd. Fis kepada rri.co.id menjelaskan, pelaksanaan MPLS bagi Peserta didik baru dengan jumlah 190, dengan klasifikasi, 83 siswa laki-laki dan 107 siswa perempuan,Rabu (29/7/2026).
“Kami menerima Murid baru dengan asal sekolah di wilayah Langgur itu di luar wilayah Langgur. Tes masuk itu mereka semua 100% dan mengikutinya juga MPLS itu 100 persen,” ucap Teriraun.
Menurunya, Materi MPLS disesuaikan dengan arahan dari Kementerian Pendidikan dasar dan menengah, sejalan Permen Nomor 12 tahun 2026 terkait MPLS Ramah. Sementara untuk proses perpeloncoan ditiadakan dalam proses MPLS di SMP Budhi Mulia Langgur.
"Karena kita menerapkan MPLS ramah sehingga tidak ada perpeloncoan bagi anak-anak. Misalnya menggunakan atribut yang tidak sesuai dengan mereka punya keberadaan. Mungkin ada kaos kaki warna lain satu warna lain satu juga warna lain atau mungkin mereka yang perempuan mengepang rambut dengan tali rafia dan membawa tas berbahan karung,” tegasnya.
Dikatakan Teraraun, penyajian materi MPLS dari unsur Eksternal menyangkut pendidikan siaga bencana, mitigasi risiko dan simulasi keselamatan di lingkungan sekolah yang diberikan Petugas Damkar Maluku Tenggara. Pihak Pores Maluku Tenggara memberikan materi pencegahan dan penyalahgunaan Napsa (Narkotika, psikotropis dan Zaat adiktif, judi online serta pergaulan yang berisiko.
Materi lainnya ungkap Teriraun, oleh Pihak dinas Pendidikan dari Psikolog menyangkut literasi digital, hoaks dan perlindungan siber, etika bermedia sosial, jejak digital, keamanan digital dan pemanfaatan Ai secara bijak. Sesi berikutnya oleh Pegasawai non ASN tentang penguatan karakter moderasi beragama dan toleransi dalam kehidupan pelajar dari STIS Mutiara Tual.
“Dari internal Sekolah, Bapak Kepala Sekolah tentang wawasan wiyata mandala, visi-misi program, tata tertib dan budaya positif satuan pendidikan. Saya sendiri sebagai Ketua Panitia menyampaikan materi aku sekolahku dan aku sekitarku,’ ujarnya.
Teriraun menandaskan, materi MPLS juga disampaikan Ibu Marcella Warayaa dengan Maeteri aku anak Indonesia hebat penguatan karakter dan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Berikut Yulet Maria Fodubun yakni budaya 5S, budaya positif dan ruang perjumpaan murid baru.
“Sedangkan ibu Veronica Dumatubun, Gerakan Indonesia aman, sehat, resik, indah dan asri. Ibu Theresia Lesomar tentang pengenalan pendekatan deep learning dalam pembelajaran kurikulum sekolah. Iguena Wandan menyajikan materi rukun bersama teman dan menjadi sahabat hebat. Dan yang terakhir, Pak Matias Renyaan, pembelajaran digital dan pemanfaatan platform rumah pendidikan,” tuturnya.
Teriraun mengulas, pelaksanaan MPLS sesuai juknis itu lima hari, diawali 8 Juli sampai 14 Juli 2026, dan proyeksi panitia terhadap materi 96 persen diserap para Murid melalui perkenalan materi di hari pertama, dan hari kedua telah mampu dilaksanakan sesuai arahan para Guru.
“Kalau hari pertama itu biasanya belum ada abah-abah itu mereka misalkan tidak berdiri sesuai dengan aturan. Tapi pada saat hari kedua itu kalau sudah ada abah-abah siap itu mereka sudah langsung siap,” jelasnya.
Selain Narasumber eksternal dan internal, Panitia tambah Teriraun melibatkan pengurus OSIS, yang merupakan siswa kelas VIII dan IX dan MPK terhadap dukungan Pelaksanaan MPLS dan berjalan baik tanpa kendala berarti.
“Kalau tahun ini mungkin menurun sedikit karena tahun kemarin itu 192 tapi tahun ini hanya 190. Jadi memang terdaftar ada sekitar 208 tetapi yang ikut MPLS dan dibagi di kelas dari kelas 7A sampai 7F itu hanya 190,” tegasnya.
Menyangkut syarat penerimaan murid baru, Teriraun Menjelaskan, para peserta mengikuti tes Online dan tes literasi pada metode membaca, menulis dan berhitung. Selain itu terbagi menjadi 6 Rombongan belajar dari total 190 Murid.
‘Kita punya anak-anak SMP Budi dari kelas 7, 8 dan 9. Untuk proses pembelajaran kali ini kita masih menggunakan kurikulum merdeka dan deep learning, artinya pelajaran yang mendalam.
Sehingga memang anak-anak itu kita menyesuaikan dengan mereka punya kemampuan, dengan mereka punya bakat dan minat,” bebernya.
Teriraun menilain, penerapan kurikulum diprioritaskan bagi murid untuk meningkatkan kompetensi sesuai kemampuan diri, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk menyerap setiap materi yang disampaikan Guru di kelas.
“Selama proses SPMB ada peserta dari Kota Tual karena anak-anak itu sendiri yang memilih sekolah di sini dan didukung oleh orang tua. Jadi kalau Maluku Tenggara itu memang mayoritas tapi ada anak-anak atau ada juga yang dari Surabaya.
Teriraun juga menyinggung alasan Peserta yang berada di Surabaya, namun memilih sekolah di SMP Budhi Mulia, menyangkut kualitas dan juga penyampaian para Alumni untuk bergabung di Sekolah tersebut.
“Harapan saya selaku ketua panitia dan guru semoga anak-anak ini bisa mencapai mereka punya perkembangan kepribadian itu lebih baik dan bisa mencapai cita-cita mereka, menerima pelajaran dengan baik di SMP Budhi Mulia,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....