Balai Bahasa Maluku Revitalisasi Bahasa Kei di Kota Tual Libatkan Guru SD dan SMP

  • 27 Jul 2026 05:59 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Balai Bahasa Provinsi Maluku terus mendorong pelestarian bahasa daerah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tunas Bahasa Ibu yang digelar di Kota Tual. Program ini bertujuan menghidupkan kembali penggunaan Bahasa Kei, khususnya di kalangan generasi muda, dengan melibatkan para guru sebagai pengajar utama yang nantinya akan mendampingi siswa di sekolah.

Koordinator Kegiatan Bimtek Tunas Bahasa Ibu dari Balai Bahasa Provinsi Maluku, Herni Paembonan kepada rri.co.id (25/07/2026), mengatakan revitalisasi bahasa daerah menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan Bahasa Kei agar tidak tergerus perkembangan zaman. Meskipun Bahasa Kei masih aktif dituturkan di Kota Tual, ancaman kepunahan tetap ada apabila tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Memang bahasa Kei di Kota Tual itu masih aktif dituturkan di wilayah kota Tual, tetapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat akan punah karna kita bisa lihat bahwa anak-anak muda ,generasi muda itu sudah mulai meninggalkan bahasa daerah, mereka lebih banyak menggunakan bahasa indonesia atau juga bahasa melayu ambon", kata Herni.

Menurut Herni, saat ini kecenderungan generasi muda mulai meninggalkan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Mereka lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Melayu Ambon dalam berkomunikasi, sehingga diperlukan upaya nyata untuk menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap bahasa ibu.

Ia menjelaskan, program revitalisasi Bahasa Kei sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Maluku Tenggara. Pada tahun ini, Balai Bahasa Provinsi Maluku memperluas sasaran kegiatan ke Kota Tual sebagai bagian dari komitmen melestarikan bahasa daerah yang menjadi identitas budaya masyarakat Kei.

"Oleh karna itu kita merevalitasi bahasa Kei, sebelumnya kita merevalitasi bahasa kei di kabupaten maluku tenggara , nah untuk ditahun ini kita menyasar bahasa kei yang ada dikota Tual", katanya.

Melalui pelatihan ini, para guru dibekali metode pembelajaran Bahasa Kei yang menarik dan sesuai dengan karakter peserta didik. Setelah bimtek selesai, para pengajar akan melakukan pendampingan di sekolah selama beberapa bulan agar penggunaan Bahasa Kei dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

Herni berharap program Tunas Bahasa Ibu mampu membangkitkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, terhadap Bahasa Kei. Dengan keterlibatan sekolah, guru, dan masyarakat, Bahasa Kei diharapkan tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....