Wali Kelas Adalah Orang Tua di Sekolah, Beri Ruang Aman untuk Anak Berekspresi
- 23 Jul 2026 16:30 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Bagi anak-anak penyandang disabilitas yang mengenyam pendidikan, peran wali kelas sangatlah vital dan telah menjadi sosok "orang tua" selama berada di lingkungan sekolah. Hal ini dikarenakan wali kelas dinilai jauh lebih memahami karakter dan kebutuhan khusus dari masing-masing anak didiknya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakasek Kesiswaan SMP Negeri Unggulan Langgur Maluku Tenggara, Yosephine Masnew Janwarin. S.Pd saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif peringatan Hari Anak yang disiarkan oleh RRI Tual, Kamis pagi.
Menurut Janwarin, dalam menjalankan perannya, wali kelas harus terus membangun kolaborasi dan relasi yang baik dengan berbagai pihak di sekolah, salah satunya dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Sinergi ini sangat dibutuhkan, terutama ketika menghadapi siswa dengan kendala psikologis, seperti anak yang tiba-tiba menutup diri dan takut berbicara.
Dalam dialog tersebut, Janwarin mengungkap sebuah fakta bahwa banyak anak yang menjadi pendiam di sekolah karena faktor pemicu dari rumah.
"Ada anak yang jarang berbicara karena saat di rumah, ketika ia ingin mengatakan sesuatu, omongannya sering dipotong (di-cut) oleh orang tuanya. Ini membuat anak merasa harga dirinya hilang dan pendapatnya dianggap sia-sia, yang pada akhirnya sangat berpengaruh pada kemauan anak untuk berbicara," ungkapnya.
Menghadapi situasi semacam ini, kata Janwarin, guru dituntut untuk memiliki trik khusus dalam mengajar dan membimbing. Guru tidak sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga harus mampu merangkul siswa dan membangun kembali rasa percaya diri mereka yang hilang.
Janwarin membagikan salah satu trik sukses yang pernah ia terapkan kepada siswa yang pendiam, yakni dengan memberikan fasilitas belajar di ruangan yang menjadi "zona nyaman" bagi siswa tersebut. Pendekatan persuasif ini ternyata membawa dampak yang luar biasa.
"Dampaknya sangat baik bagi siswa itu sendiri. Anak tersebut bahkan berhasil bangkit dan meraih juara tiga pada mata pelajaran Bahasa Indonesia," tuturnya bangga.
Di akhir perbincangannya, Janwarin menitipkan pesan penting kepada para orang tua terkait pola asuh di rumah. Ia berharap orang tua selalu mendampingi anak dengan penuh kasih sayang dan berhenti memberikan tekanan psikologis.
Berikanlah kesempatan bagi anak untuk mengungkapkan maksud dan tujuannya agar rasa percaya dirinya tumbuh. Jangan pernah menekan anak di rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....