Mengenal Pythagoras, Bapak Bilangan Dunia

  • 23 Jun 2026 15:29 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pythagoras lahir sekitar tahun 570 SM di pulau Samos, Yunani Kuno . Sejak muda ia menjelajahi Mesir, Babilonia, dan Timur Tengah untuk mempelajari matematika, astronomi, dan rahasia alam semesta. Sekitar usia 40 tahun, ia mendirikan sekolah persaudaraan rahasia di Kroton, Italia Selatan—tempat muridnya hidup sederhana, berbagi harta, dan menjaga kerahasiaan ajaran .

Dikutip dari berbagai sumber, Karyanya yang paling abadi adalah Teorema Pythagoras: “Pada segitiga siku-siku, kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi lainnya” → a² + b² = c² . Meskipun bangsa Babilonia sudah mengenal polanya seribu tahun sebelumnya, dialah yang pertama kali membuktikannya secara logis dan sistematis, mengubahnya dari sekadar trik hitungan menjadi hukum universal .

Namun ia bukan hanya ahli matematika. Ia menemukan hubungan matematis dalam nada musik, membuktikan bahwa harmoni berasal dari perbandingan bilangan sederhana—melahirkan konsep “musik alam semesta” . Ia juga salah satu orang pertama yang menyatakan Bumi berbentuk bulat, mengajarkan jiwa abadi berpindah wujud, dan menjadi orang pertama yang menyebut dirinya “filsuf” = pencinta kebijaksanaan .

Sekolahnya sempat tumbuh sangat berpengaruh hingga dibakar dan dibubarkan karena kecurigaan politik. Pythagoras wafat sekitar 495 SM, namun warisannya tetap hidup: rumusnya kini dipakai di arsitektur, navigasi, perencanaan ruang angkasa, hingga teknologi digital modern. Ia membuktikan bahwa bilangan bukan sekadar angka—tetapi bahasa yang menghubungkan manusia dengan rahasia alam.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....